» » » Laut Arafura Membahayakan Pelayaran Tradisional

Ambon,eMaritim.Com,-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, mengingatkan, ketinggian gelombang di Laut Arafura bagian barat, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku mencapai tiga sampai enam meter sehingga berbahaya bagi pelayaran tradisional.

"Apalagi dengan alun sedang ( 2 - 4 meter) sehingga berbahaya bagi pelayaran tradisional, terutama masyarakat pesisir dalam mengoperasikan armada penangkap ikan," kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, di Ambon, Sabtu (3/1/2015).

Kondisi itu dipengaruhi oleh cuaca yang berstatus berawan sebagian sampai berawan banyak dan hujan dengan intensitas sedang disertai badai guntur di laut yang secara geografis berbatasan dengan Australia itu.

Cuaca tersebut juga berpeluang terjadi di Laut Banda, perairan Pulau Buru, perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar.

Sedangkan gelombang setinggi tiga meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dengan kondisi cuaca berstatus berawan sebagian sampai berawan dan hujan ringan atau hujan lokal.

Oleh karena itu, masyarakat pesisir diminta tidak memaksakan diri melaut sehubungan peringatan dini yang telah diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan kabupaten dan dua kota.

"Jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrim. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut," kata George.

Dia juga mengharapkan para bupati dan wali kota agar mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

Dalam kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan pesawat atau kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan.

Sedangkan, kecepatan angin di sembilan kabupaten dan dua kota di Maluku bervariasi antara 20 - 25 km/jam dengan kondisi cuaca berawan hingga hujan intensitas ringan. (ant/we online/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini