» » » Menko Kemaritiman : 198 Galangan Kapal di Tanah Air Mulai Bangkit, Proyek Tol Laut Segera Terwujud

Jakarta,eMaritim.Com,- Para kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) masa kini disiapkan untuk menjadi pimpinan TNI AL dan pimpinan bangsa, bertepatan saat negara Indonesia genap berusia seabad, pada 2045 mendatang. Waktu 30 tahun tidaklah lama untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Demikian inti Kuliah Umum Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo di hadapan korps kadet AAL di Ksatrian AAL Bumi Morokrembangan, Surabaya, Senin kemarin seperti dikutip dari  liputan6.com, Rabu malam (28/1/2015)

Dalam acara yang dihadiri pula oleh Gubernur AAL, Mayjen (Mar) Guntur Lelono, Indroyono memproyeksikan posisi Indonesia pada 2045, yang sudah masuk menjadi salah satu negara maju di dunia, dengan peringkat ekonomi berada di 10 besar dunia dengan sumbangan komponen maritim yang signifikan.

"Tugas para kadet yang saat itu akan mulai memegang posisi-posisi kunci pimpinan TNI AL, untuk tetap meneguhkan dan menjaga kedaulatan NKRI di laut dengan tantangan-tantangan yang baru," ujar Indroyono dalam pemaparan kuliah umum, dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2015) malam.

Indroyono mengatakan, NKRI yang memiliki laut teritorial dan zona ekonomi eksklusif seluas 5.8 juta kilometer dan kandungan sumberdaya alam yang kaya harus dimanfaatkan sebesar-besarnya secara lestari bagi kemaslahatan seluruh rakyat. Sebab tugas TNI AL adalah menjaga kedaulatan, keamanan dan keselamatan lautan Indonesia yang luas ini.

Dalam kesempatan itu pula Indroyono memaparkan fokus program pembangunan kemaritiman guna mengimlementasikan visi Presiden Joko Widodo yaitu membawa Indonesia menuju poros maritim Dunia.

 198 Galangan kapal di tanah air mulai bangkit dicirikan, di antaranya PT PAL Surabaya berhasil memenangkan kontrak pembangunan 2 kapal perang besar Strategic Sealift Vessel (SSV) untuk AL Filipina.

"Juga tol laut segera terwujud dengan mulai dibangunnya Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara yang diintergrasikan dengan Kawasan Ekonomi Sei Mangkei, jalan tol, jalur kereta api dan pembangkit listrik Asahan-3," ujar dia.

Selain itu, lanjut Indroyono, dimulainya pembangunan Marine Techno-Park di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sebagai pusat armada kapal riset nasional dan kawasan industri migas. Serta dirintisnya Sorong sebagai kawasan ekonomi khusus yang dilengkapi pelabuhan, galangan kapal, pembangkit listrik, industri perikanan dan wisata bahari di Raja Ampat.

Para kadet AAL juga rencananya akan diajak berpartisipasi untuk membangkitkan semangat bahari, dengan ikut dalam Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 yang akan diikuti 88 kapal dan sekitar 6.000 peserta guna menyambangi pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan pada Juni 2015 mendatang.

Para kadet AAL juga akan menjadi Duta Bangsa, berlayar dengan kapal perang TNI AL, hadir di World Ocean Day, Expo Milan 2015, Italia, 8 Juni 2015 mendatang, bersama para taruna Sekolah Tinggi Pelayaran dan taruna Sekolah Tinggi Perikanan. (pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini