» » » Perlu Juga Antisipasi Kecelakaan Kapal di Laut Hadapi Cuaca Ekstrem

Jakarta,eMaritim.Com,- Berbagai kasus kecelakaan moda/ angkutan umum (darat, laut, dan udara) di Indonesia belakangan ini ada kecenderungan meningkat. Selain jatuhnya pesawat AirAsia, di jalur transportasi laut (kapal pengangkut penumpang dan barang-red) perlu juga diantisipasi ke depannya-terutama cara pencegahan dini- sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, serta terlindungi ketika sedang berada di atas kapal tersebut.

Dalam kecelakaan kapal di laut salah satu penyebab yang sulit dihindari menurut berbagai sumber yang dihimpun eMaritim.Com di Jakarta, Senin siang (12/1/2015) adalah cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi yang sering terjadi akhir-akhir ini khususnya di wilayah Indonesia Bagian Timur(IBT).

"Syahbandar dalam kasus kecelakaan kapal di laut juga terlibat di sini untuk memberikan Surat Ijin Berlayar  atau SIB," jelas seorang sumber eMaritim.Com yang tak bersedia namanya ditulis.

Salah satu kasus kecelakaan kapal yang terjadi baru-baru ini-jatuh korban ABK Indonesia- adalah kapal pengangkut ikan Oryong 501 yang tenggelam di Laut Bering, Rusia, belum lama ini.Sedangkan pada jalur pelayaran internasional lainnya-tidak melibatkan ABK Indonesia- adalah kapal kargoHoegh Osaka yang karam di perairan Brantle, Inggris, 4 Januari 2015. Kapal kargo memiliki berat 51 ribu ton ini tengah mengangkut 1400 unit mobil mewah seperti roll royce dan bentley.(pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini