» » » SKK Migas : 25,5 Kargo LNG dari Kilang Bontang, Kaltim, Belum Terjual karena Harga Belum Cocok

Jakarta,eMaritim.Com,- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi menjelaskan, saat ini terdapat 23,5 kargo LNG dari Kilang Bontang, Kalimantan Timur yang belum terjual.

Hal itu terjadi karena pihaknya belum mendapat harga penjualan yang cocok untuk LNG ekses Bontang tersebut.

"Kami maunya harga USD10 per MMBTU, sementara pembeli minta USD8 per MMBTU, jadi belum cocok," katanya di Jakarta, baru-baru ini, seperti dikutip kembali dari sindonews.com, Kamis pagi (5/2/2015)

Menurut dia, penjualan ekses LNG Bontang tersebut dilakukan PT Pertamina (Persero). Di samping itu, Amien juga mengatakan, pada 2014 sejumlah konsumen domestik tidak menyerap gas yang sudah dialokasikan.

Misalnya, PT PGN tidak bisa menyerap satu kargo LNG karena FSRU Lampung belum siap. Lalu, PLN juga tidak bisa menyerap satu kargo LNG. Sektor transportasi BBG dari alokasi 46 MMSCFD hanya terserap 6 MMSCFD dan jaringan gas kota dari 7,3 MMSCFD terealisasi 3 MMSCFD.

"Jadi, sebenarnya gas sudah siap, hanya user yang belum siap," katanya.

Amien menuturkan, kalau tidak bisa terjual, maka produksi gas harus dihentikan. Namun, konsekuensinya adalah produksi gas dan kondensat bakal turun. Pada 2014, sebanyak 10 kargo tercatat tidak terjual.

Akibatnya, pada November 2014, produksi gas menurun akibat sumur ditutup. Sesuai dengan Annual Delivery Program (ADP) LNG Bontang pada 2014, ekses 23,5 kargo (uncommitted cargo) itu karena berakhirnya kontrak LNG Badak IV pada 2013 sebesar 40 kargo LNG.

Selain itu, akan berakhirnya kontrak LNG Korea II pada Oktober 2014 sebesar 20,4 kargo. Sementara, realisasi pemasaran uncommited kargo LNG Bontang pada 2014 sebesar 15 kargo LNG Bontang.(pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini