» » » Industri Galangan Steadfast Marine Garap Kapal Pesanan Belanda Senilai 16,7 Juta Euro

Jakarta,eMaritim.Com,- Perusahaan galangan kapal nasional PT Steadfast Marine, selesaikan pembangunan Trailing Suction Hopper Dredger TSHD-2500 atau kapal keruk senilai 16,7 juta euro pesanan Damen Shipyard, Belanda

Kapal keruk berdaya 3.000 Bkw, panjang 80,3 meter, lebar 16,2 meter, berkapasitas 2.800 ton itu, adalah kapal pertama yang dibuat di luar Belanda. Dredger ini dibuat dengan dukungan 300 karyawan dan diselesaikan dalam waktu 18 bulan.

Wakil Damen Shipyard untuk Indonesia, Willy Basoeki, saat menerima kapal tersebut Sabtu (11/4), mengakui kemampuan galangan kapal Indonesia. Dia berharap, galangan kapal seperti Steadfast Marine ini bisa ditingkatkan. Hasil produksi-nya menunjukkan kemampuan berkompetisi dengan produsen kapal berteknologi tinggi dari luar.

Serah terima kapal disaksikan Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto, perwakilan dan Eeconomic Affairs Head of Department of Concellor the Netherland Embassy, Siebe Schuur.

Willy mengatakan kapal ini merupakan hasil kerja cerdas bangsa Indonesia. Idealnya industri galangan seperti ini terus dikembangkan, karena tingkat kebutuhan kapal dunia cukup tinggi.
Hingga saat ini Steadfast Marine telah memroduksi 63 unit kapal berbagai jenis baik dengan lambung aluminium maupun baja, mulai dari tug boat, crew boat, utility boat, self propelled oil barge, light tanker, anchor handling tug dan lain-lain.

Eddy K Logam, Direktur Utama PT Steadfast Marine mengatakan kerja sama perseroannya dengan Damen terjalin sejak 2008, akan tetapi pesanan pembuatan kapal lebih banyak jenis kapal cepat. ”Kali ini, perusahaan kami mendapatkan kepercayaan membangun kapal keruk,” katanya. seperti yang disiarkan HU.Suara Karya, Senin (13/4/2015).

Menurutnya, Steadfast Marine mampu memenuhi klasifikasi yang mereka syaratkan, juga mampu bekerja profesional. Kepercayaan Damen Shipyard kepada Steadfast Marine dalam pembangunan kapal keruk ini sangat berarti, khususnya dalam mendorong industri galangan kapal nasional lebih bergeliat lagi.

”Mereka perusahaan galangan yang sangat besar di Eropa. Ini kapal keenam pesanan Damen yang telah kami rampungkan. Akan tetapi, untuk kapal keruk, ini adalah pesanan pertama kalinya yang telah selesai digarap dan dan diserahterimakan,” tegasnya.

Eddy yang juga Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai (Iperindo) mengatakan, bangsa indonesia harus bangga karena galangan nasional mampu membangun kapal dengan kualitas yang baik. ”Pemerintah seyogyanya mendukung terus perkembangan industri galangan kapal nasional agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mendukung implementasi poros maritim,” tegasnya.

500 Kapal
Terkait rencana Kementerian Perhubungan membangun 500 unit kapal, Eddy mengaku galangan kapal yang dipimpinnya siap memenuhi kebutuhan pemerintah, sekaligus bisa mendorong tumbuhnya industri perkapalan dalam negeri.

Diakui, selama ini pemerintah kurang memperhatikan industri galangan kapal nasional, terlihat dari banyaknya pelayaran swasta nasional maupun BUMN membangun kapal di luar, padahal galangan kapal nasional cukup mampu memenuhinya.

Kendati demikian dia memahami, karena investasi pembangunan kapal di luar negeri lebih murah. Terutama masalahnya dan kredit modal kerja, yang mendapat keringanan dari pemeritah negara itu.
Dia menilai, bila pemerintah Indonesia memberikan kelonggaran soal bea masuk barang untuk kepentingan galangan, cost produksi kali bisa ditekan.

 Masalahnya, membangun akal di dalam negeri bukan saja berhadapan dengan ti giginya pajak tapi juga keraguan pihak perbankan kan mengucurkan kredit modal kerja kepada pelayaran dan galangan. ”Kita ini negara maritim, kita punya kapal, kita juga butuh galangan,” jelasnya. (siman/juntak/pulo)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini