» » » Perusahaan Besar AS Berminat Investasi Pelabuhan, Galangan kapal, dan Software Penanganan Illegal Fishing

Jakarta,eMaritim.Com,- Pertemuan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) di Jakarta, belum lama ini, telah membahas investasi di bidang kemaritiman nampaknya semakin serius. Pasalnya, Duta Besar AS untuk Indonesia telah membawa beberapa perusahaan AS yang telah serius menanamkan investasinya di bidang kemaritiman Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, mengungkapkan, pertemuan tersebut mengangkat dan membahas empat topik. Pertama, sebut dia, perusahaan-perusahaan besar AS telah menyatakan minatnya untuk menanamkan investasi di bidang infrastruktur pelabuhan dan galangan kapal, software penanganan illegal fishing.

"Selain itu, kita juga kerja sama untuk penanganan pariwisata serta kerja sama sistem radar pelabuhan dan bandara," ucap Indroyono, saat ditemui di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, belum lama ini, sepeti dikutip dari Metrotvnews.com.

Kedua, lanjut dia, pertemuan tersebut juga membahas kerja sama pariwisata. Dubes AS telah mengutarakan untuk mengundang kapal-kapal besar AS untuk mengambil rute ke wilayah Indonesia agar para wisatawan AS dapat melakukan kegiatan rekreasi pelayaran di pulau-pulau di Indonesia.

"Itu demi mendukung peningkatan target wisatawan AS yang berkunjung ke Indonesia. Melalui kegiatan rekreasi dan meletakkan (kapal-kapal besar AS) di pulau-pulau kita, semoga dapat mencapai target wisatawan AS yang berkunjung ke Indonesia pada 2019," papar Indroyono.

Kerja sama ketiga adalah konservasi bawah laut. Kerja sama tersebut meliputi konservasi dan pemanfaatan bawah laut secara lestari, utamanya terumbu karang (coral reef). Ia mengungkapkan, saat ini telah diterapkan kebijakan untuk melindungi bawah laut melalui pengurangan pemboman ikan oleh nelayan, serta peracunan ikan. Untuk menjaga itu, AS dan Indonesia sepakat untuk bersama-sama merevitalisasi terumbu karang.

"Bapak dubes menyampaikan sudah ada contoh di Sulawesi Selatan yang mengembangkan ikan hias. Nah, program ini kita akan garap secara bersama, namun untuk membudidayakan ikan hias tersebut sulit perizinannya. Maka itu kita akan sederhanakan," jelas Indroyono.

Di depan perusahaan-perusahaan besar AS, Indroyono menjelaskan, saat ini Indonesia melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah memperkenalkan one step service, di mana semua sistem perizinan akan disederhanakan. Melihat hal itu, Indroyono berharap, perusahaan AS tertarik dan cepat untuk berinvestasi di Indonesia.

Sedangkan pembahasan terakhir, aku dia, adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ia berharap para pascasarjana Indonesia dapat mengenyam ilmu bidang kelautan di Amerika Serikat.

"Caranya, kami dalam waktu dekat atau pada Kamis akan membuat program untuk menggerakkan 10 kapal riset Indonesia untuk berbagai kegiatan riset oceanografi, marine biology, hydrografi, marine geology ke wilayah Indonesia. Dalam hal ini saya mengundang profesor AS untuk bekerjasama, namun mereka juga harus mengajak mahasiswa master dan doktor (Indonesia) untuk menempuh program pascasarjana di AS melalui program yang namanya National Science Foundation (NSF)," pungkas Indroyono.(siman/juntak/pulo)

Teks Foto :
Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, HE. Robert Blake dengan Bp. Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, Selasa 07 April 2015, di Kantor Menko Kemaritiman  membicarakan hubungan bilateral RI-AS dan  rencana pembangunan sektor maritim di beberapa wilayah di Indonesia (foto Efrimal Bahri-Humas Kemenko Kemaritiman).



eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini