» » » AS Danai Riset Migas di Aceh

Jakarta,eMaritim.Com,-AS menyediakan seluruh biaya riset dengan melakukan pengeboran kapal canggih di dasar laut Aceh Barat hingga kedalaman 4 ribu meter (4 km) 

Selain sebagai kelanjutan dari riset kegempaan di Aceh, riset Indonesia dan AS bersama sejumlah Negara Eropa ini terkait kandungan menggiurkan potensi minyak dan gas di area tersebut.

Direktur Pusat Sumberdaya Lahan, Kawasan dan Mitigasi Bencana BPPT Samsul Bahri mengatakan, tertariknya AS dan sejumlah negara Eropa bekerjasama dengan ahli Indonesia melakukan riset dan pengeboran bawah laut di daerah gempa pantai barat Aceh diperkuat dengan dugaan adanya potensi minyak dan gas yang sangat besar tersebut.

“Intinya di wilayah laut itu ada potensi minyak dan gas yang sangat besar. Pengeboran ini untuk membuktikan potensi itu. Tsunami itu menyebabkan dia (minyak dan gas) itu naik. Potensinya riil, sangat besar,” kata Direktur Pusat Sumberdaya Lahan, Kawasan dan Mitigasi Bencana BPPT Samsul Bahri di sela dalam seminar International Ocean Discovery Program-Sumatera Seismogenesis di Jakarta, Rabu (27/5/2015) seperti dikutip dari HU.Suara Karya, Jumat (29/5/2015).

 Karena itu, ujarnya ilmuwan Indonesia layak sekali terlibat dalam riset tersebut. “Pengeboran ini belum pernah dilakukan di Indo-nesia, wilayah itu akan dipetakan denan sonar dan kita tidak punya fasilitas. Selama ini belum ada pengeboran laut dalam kita,” kata dia.

Kerjasama Indonesia, dalam hal ini BPPT dengan AS, Perancis, Inggris dan Jepang untuk riset dan pengeboran bawah laut dilakukan di dua titik di pantai barat Sumatera di wilayah Aceh. Pengeboran dilakukan hingga kedalaman 4 ribu meter dari dasar laut, adalah terutama untuk mengetahui pe-nyebab gempa bumi yang ber-kekuatan besar, lebih dari 9 SR pada 2004.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto mengatakan, pembiayaan riset menggunakan kapal dan peralatan canggih ini membutuhkan dana besar dan seluruhnya ditanggung oleh National Science Foundation, AS.

“Peneliti kita ikut bersama kapal penelitian mereka yaitu ka-pal canggih yang akan mengebor hingga kedalaman 4.000 meter dari dasar laut, bukan dari permukaan laut. Kita kerja sama meneliti masalah kegempaan, kata Unggul di sela dalam seminar International Ocean Discovery Program-Sumatera Seismogenesis di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Kegiatan pengeboran, jelas dia akan dimulai 31 Juli 2016 dan diperkirakan memakan waktu dua bulan. Joides Resolution merupakan wahana pengeboran laut dalam, yang mampu melaku-kan pengboran untuk laut dengan kedalaman hingga 8 kilometer (km), dengan ketebalan hingga 2 km.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemari-timan (Kemko Kema-ritiman).

Ridwan Djamaluddin mengatakan, riset dengan melaku-kan pengeboran bawah laut ini kelanjutan dari berbagai riset yang pernah dilakukan BPPT mengenai gempa 2004.

Ini pekerjaan rumah yang belum selesai. Meski sudah terlihat citra bawah laut, topografi laut, namun pengeboran ini penting untuk melihat apa yang akan terjadi dalam waktu tidak terlalu lama,” kata Ridwan Djamaluddin. (pulo lasman simanjuntak)
foto:merdeka.com 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini