» » » » Capt.Dwiyono Soeyono, Ketua Ikatan Perwira Pelayaran Niaga : Sudah Lengkap Organisasi Profesi Ini !

Capt.Dwiyono Soeyono, Ketua Ikatan Perwira Pelayaran Niaga . (Foto : Lasman Simanjuntak/eMaritim.Com)

Hotel Aston, TB.Simatupang, eMaritim.Com,-"Dengan adanya Corps Ikatan Perwira Pelayaran Niaga (IPPN) ini , maka kita akan disetarakan dengan Dikti menjadi sebuah  organisasi profesi   yang eksis dan telah memiliki sebuah wadah. Sama seperti profesi dokter yang punya Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, insiyur yang punya Persatuan Insinyur Indonesia atau PII, atau juga profesi wartawan dengan PWI-nya," kata Capt.Dwiyono Soeyono , Ketua Ikatan Perwira Pelayaran Niaga (IPPN)  dalam sebuah wawancara khusus dengan eMaritim.Com di sebuah cafe  hotel berbintang di kawasan TB.Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis siang (3/9/2015).

Dikatakannya lagi, yang mutlak dalam suatu organisasi profesi itu parameter-nya adalah kode etik. Maka belajar dari semua itu realisasi yang sudah ada,kita menganggap yang namanya profesi pelayaran niaga itu, ternyata sampai hari ini kita belum punya apa-apa, terutama yang bisa disetarakan dengan organisasi-organisasi profesi yang sudah ada.

"Inilah latar belakang mengapa lahir Corps Ikatan Perwira Pelayaran Niaga. Sudah lengkap organisasi profesi  ini. Kita punya AD/ART, akta pendirian di notaris, dan kita akan proses ke depan ke Kementerian Hukum dan Ham. Di Kementerian Hukum dan Ham kita juga sudah direstui sebagai organisasi berbadan hukum. Kita sudah punya kode etik, bahkan kita sudah buat dan  punya visi dan misi sebagai persyaratan yang umum," jelas Capt.Dwiyono Soeyono, lulusan dari Akademi Ilmu Pelayaran/AIP ( sekarang STIP-red) angkatan 24 ini.

Jadi kami menganggap, lanjutnya, di dalam Coprs Ikatan Perwira Pelayaran Niaga sebagai organisasi profesi itu  sudah memenuhi persyaratan, dan setara dengan keberadaan organisasi profesi yang telah lahir lebih dahulu.

Menjawab pertanyaan eMaritim.Com apa langkah berikut yang akan dilakukan Ikatan Perwira Pelayaran Niaga ke depannya, Capt.Dwiyono Soeyono, yang sejak tahun 1983 hingga tahun 2003 bekerja di sebuah pelayaran niaga asing menjawab pihaknya sedang mencoba memperjuangkan kesetaraan sertifikasi profesi.

"Kita sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada Dikti yang punya ranah untuk direstui, yang namanya pendidikan setara dengan profesi. Langkah-langkah lain berkaitan dengan rekan-rekan profesi kita akan membekali pemahaman-pemahaman ini diawali dengan sekolah-sekolah tinggi pelayaran. Itu akan kita agendakan sebagai bagian dari rencana organisasi ini," ucapnya.

"Kenapa? karena itu harus diawali dari tunas. Misalnya, seorang mahasiswa kedokteran, begitu  lulus ditanya nanti wadah organisasi profesinya apa, pasti dia sudah tahu yaitu IDI.Sekarang kita pertanyakan kepada taruna-taruna yang dididik di Diklat Ditjen Perhubungan Laut. Ditanya, begitu mereka lulus, apa wadah profesi mereka. Ada atau tidak ?" tanya Capt.Dwiyono Soeyono sambil mengisyaratkan dengan gelengan kepala.

Apakah memang sudah ada di negeri ini organisasi profesi untuk pelaut setingkat perwira laut. Padahal kontribusi kami terhadap aktivitas terhadap negara ini cukup tinggi.

"Sehari-harinya hampir 85 % pergerakan perpindahan barang baik itu benda cair, gas, dan padat dilakukan melalui laut. Bisa dibayangkan kalau kami sebagai profesi, katakanlah sebagai contoh kasus pedagang daging tempohari, mereka "libur" empat hari saja,sudah terjadi gejolak kelangkaan dan tingginya harga daging di pasaran. Kami bisa saja melakukan seperti itu. Tak perlu empat hari, cukup satu hari saja, bisa dibayangkan apa gejolak apa yang akan terjadi, terutama di daerah-daerah," kilahnya. (pulo lasman simanjuntak)
foto-foto : Lasman Simanjuntak/eMaritim.Com


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini