» » » Belum Usai Penyanderaan Oleh Abbu Sayyaf, Kapal Indonesia Kembali Dibajak

Jakarta, eMaritim.com – Tak kunjung rampung masalah kejahatan yang terjadi dilaut terkait masalah penyanderaan kapal Indonesia akhir maret lalu kali ini kembali terjadi pembajakan pada kapal berbendera merah putih Jumat (15/4/2016) kemarin sekitar pukul 18.30, dua kapal yakni kapal tunda TB Henry dan kapal Tongkang Cristi disergap kelompok orang tak dikenal dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan


Seperti dikutip situs resmi Kemenlu bahwa Kapal membawa 10 orang ABK WNI. Dalam peristiwa tersebut 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat dan 4 orang diculik.


Satu orang ABK yang tertembak bernama Lambos Simanungkalit telah dilarikan ke rumah sakit di Malaysia untuk menjalani perawatan dan informasi yang dilaporkan saat ini korban yang tertembak berada dalam kondisi stabil. Demikian pula dengan lima ABK lain yang diselamatkan, kini dibawa oleh polisi maritim Malaysia ke pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.


Sampai saat ini belum ada yang tahu pasti mengenai kondisi empat orang ABK yang diculik oleh kelompok yang tak dikenal tersebut, adapun nama 4 orang ABK menurut informasi dari pemilik kapal tersebut bernama; 1) Moch Ariyanto Misnan  2) Lorens M.P.S 3) Dede Irfan Hilmi 4) Samsir. Lima korban yang selamat bernama : 1) Yohannis Serang 2) Sembara Oktapian 3) Leonard Bastian H. 4) Rohaidi 5) Royke Fransy Montolalu,


Kejadian tersebut bermula kapal tug yang sedang dalam pelayaran dari Sanfenando, Manila menuju ke perairan Asia Timur, Tarakan, Indonesia dekat pelabuhan Ligitan Posisi 4.31.2666. N / 119. 00.00 E. pada posisi 15 mile Timur Tawau.


Namun ada sumber terbaru yang didapat eMaritim dari info Malaysia menurut pengakuan dari pemilik kapal tersebut bahwa pembajakan dilakukan oleh kelompok Abbu Sayyaf , kurang dari satu bulan yang lalu kelompok tersebut juga membajak kapal berbendera Indonesia dan 10 ABK WNI yang sampai saat ini penyanderaan tak kunjung rampung.


Seperti diketahui Upaya pembebasan sandera oleh aparat keamanan Filipina hingga kini belum membuahkan hasil, karena ketika lokasi yang diduga sebagai tempat penyanderaan itu diserbu aparat, kesepuluh sandera telah dipindahkan, dan sedikitnya 18 Pasukan Elit Filipina Gugur dalam upaya pembebasan sandera tersebut.


Dalam kejadian ini Kementerian Luar Negeri mengaku sudah berkordinasi langsung dengan manajemen perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai detail peristiwa tersebut. Saat ini Kementerian Luar Negeri juga terus melakukan koordinasi dan Sementara Konsulat RI Tawau juga terus melakukan koordinasi dengan otoritas di Malaysia yang ada di wilayah tersebut. 


Pemerintah Indonesian akan mengambil langkah langkah untuk mengatasi sering terjadinya pembajakan di kawasan tersebut. Indonesia juga akan mengajak negara negara tetangga untuk meningkatkan keamanan. (Rhp)

 

 

 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini