» » » Negosiasi Pertamina-Total soal Blok Mahakam Tersisa Dua Pekan


Jakarta,eMaritim.Com,-Pemerintah memberikan waktu dua pekan kepada PT Pertamina (Persero) dan Total E&P Indonesie untuk merampungkan proses negosiasi hak pengelolaan Blok Mahakam. 
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan, pemerintah tidak akan mencampuri proses negosiasi hak pengelolaan Blok Mahakam antara Pertamina dengan Total.

 Pemerintah memberikan kewenangan kepada Pertamina sebagai pengelola penuh blok tersebut pasca 2017, untuk berdiskusi dengan Total. Hasil diskusi nantinya disampaikan kepada pemerintah.

Meski begitu, Wiratmaja berharap proses diskusi dapat rampung dalam dua pekan ke depan. Selanjutnya, hasil diskusi itu dilaporkan kepada Menteri ESDM Sudirman Said.

 “Kami beri ruang Pertamina dan Total bernegosiasi. Dalam dua minggu ini laporan khusus ke Menteri,” kata dia saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (26/4/2016).(**/lasman simanjuntak)

Sumber berita dan Foto : KATADATA
(Baca: Total Minta Kelonggaran Waktu Putuskan Blok Mahakam)
Hingga kini Total memang belum memutuskan keikutsertaannya kembali mengelola Blok Mahakam setelah masa kontraknya berakhir 31 Desember 2017. Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Total E&P Indonesia Bidang Sumber Daya Manusia, Pelayanan Umum, dan Komunikasi, Arividya Noviyanto, mengatakan keputusan Total bergantung pada perkembangan harga minyak mentah dunia. Masalahnya, harga minyak saat ini yang di bawah US$ 50 per barel dianggap belum ekonomis.
Karena itulah, Total meminta kelonggaran waktu untuk membuat keputusan perihal keikutsertaannya di Blok Mahakam yang sudah dikelolanya selama 50 tahun. Novi pun menambahkan, Total masih belum bisa mengambil keputusan dalam tahun ini. (Baca: Total Buka Peluang Hengkang dari Blok Mahakam)
Sementara itu, Pertamina menginginkan agar proses negosiasi tersebut rampung pada Juni nanti.  Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro juga mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan proses pengambilalihan Blok Mahakam setelah masa kontrak pengelolan oleh Total berakhir. “Terutama untuk mencapai tujuan utama mempertahankan produksi,” kata dia kepada Katadata, Selasa (26/4).
Produksi gas dari Blok Mahakam pada kuartal I tahun 2016 mencapai 1.750 juta kaki kubik per hari atau melampaui target 1.500 MMSCFD maupun realisasi pada 2015 sebesar 1.680 MMSCFD.  Namun, produksi minyak dan kondensat menurun dibandingkan 2015, yang mencapai masing-masing 1,68 bcfd dan 68 ribu barel kondensat per hari. (Baca: Total Waspadai Penurunan Produksi Blok Mahakam)
Sekadar informasi, Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam diteken pada 6 Oktober 1966 dan berakhir 30 Maret 1997. Kontrak tersebut telah diperpanjang pada 11 Januari 1997 dan berakhir 31 Desember tahun depan.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM bertanggal 14 April 2015 dan Surat Dirjen Migas 2 Juli 2015, menetapkan kontrak kerjasama wilayah kerja Blok Mahakam yang berakhir 31 Desember 2017 tidak diperpanjang. Selanjutnya, Pertamina ditunjuk sebagai pengelola blok tersebut setelah 31 Desember 2017. Meski begitu, pemerintah mengizinkan Pertamina menggandeng Total dan Inpex dengan porsi hak kelola maksimal 30 persen.
Arnold Sirait

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini