» » » KPI Terapkan Lembaga Tripartite Dalam Hubungan Industrial Sub-Sektor Pelayaran

Balikpapan, eMaritim.com – Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) melakukan seminar Tripartit bersama Indonesian National Shipowners' Association (INSA) dan KSOP Balikpapan, dengan tema 'memfungsikan lembaga tripartite dalam hubungan industrial sub-sektor pelayaran', di Hotel Novotel, Balikpapan, Rabu (18/05/2016).


Dalam seminar itu dihadiri kurang lebih 60 orang dari berbagai perwakilan instansi pemerintahan maupun swasta, para pelaut, sampai taruna pendidikan pelayaran. Tak luput pula pihak International Transport Workers' Federation (ITF) juga hadir ITF Inspector Asia Pacific Region Mr. John D Wood.


Seminar yang digagas oleh presiden KPI, Capt Hasudungan Tambunan itu membahas permasalahan dan mencari jalan keluarnya terkait masalah yang dihadapi pelaut sampai saat ini, upah yang rendah terhadap pelaut, lingkungan kerja yang tidak aman, minimnya perlindungan dan advokasi bagi anggotanya (pelaut), regulasi nasional yang tumpang tindih, KPI Sebagai Serikat Pekerja, pelayanan kesehatan bagi anggotanya, dan belum diratifikasinya ILO MLC 2006.


Dalam sambutannya Capt. Hasudungan mengingatkan bahwa KPI memiliki visi misi diantaranya; turut mewujudkan profesionalisme dan kesejahteraan pelaut anggota, turut membangun karakter yang kuat dan bertanggung jawab dari pelaut anggota dalam menjalankan tugasnya, membina solidaritas dan persatuan untuk kepentingan bersama, turut mengimplementasikan regulasi nasional dan international.


Capt. Hasudungan juga menjelaskan bahwa fasilitas yang diberikan KPI terhadap anggotanya yakni berupa pembinaan hubungan industrial, pembelaan dan perlindungan terhadap anggota (pelaut), pelatihan keterampilan bekerja sama degan pihak lain, dan pemberian pelayanan kesehatan terhadap anggotanya.


"dalam pelayanan kesehatan yang diberikan kami (KPI) baru memiliki dua klinik kesehatan; Klinik Baruna di Jakarta dan Padma Bahtera Medical Center di Bali, tapi kami (KPI) juga akan membuka klinik kesehatan di kota Balikpapan ini," katanya kepada eMaritim.com


Seperti diketahui alamat klinik Baruna yang beralamat di Jalan Cikini Raya 60 R/S, Jakarta Pusat, Nomor telepon +6221-3141040, dan fax +6221-3151065, adapun alamat Padma Bahtera Medical Centre di Jalan Hayam Wuruk 240, Denpasar, Bali, Nomor telepon +61361-246701-02, dan fax +62361-246703.


Capt Hasudungan juga memaparkan prosedur perlindungan untuk anggota dalam konsultasi 'Bipartit' meliputi; Serikat Pekerja (KPI) bersama dengan pemilik kapal atau organisasi pemilik kapal untuk berunding dan membahas standarisasi / penetapan upah dan perjanjian kerja kolektif.


Sementara itu  dirinya, menjelaskan mengenai perlindungan untuk anggota dalam konsultasi tripartite meliputi Serikat Pekerja (KPI) bersama dengan pemerintah dan Pemilik Kapal yang membahas penetapan standar minimum pengerjaan pelaut, penetapan standar upah pelaut nasional, dan PKB/CA.


Tak hanya itu dirinya juga menambahkan data angka sebaran pelaut anggota KPI di armada dalam negeri sepanjang 2015 terdiri 3326 dari anggota pelaut yang terdaftar di KPI 22956, terdiri dari kapal perikanan fisihing ground Indonesia sebanyal 267 pelaut, kapal cargo 693 pelaut, kapal tangker 583 pelaut, jenis kapak lain 1783 pelaut.


Sebaran pelaut anggota KPI , masih lanjut dirinya, di armada luar negeri sepanjang 2015 sebanyak 19630; kapal eropa sebanyak 8959 pelaut yang tersebar, kapal jepanh 2988 pelaut, kapal korea 2715 pelaut, kapal FOC dan lainnya 4421 pelaut, kapal perikanan jepang dan korea 1369 pelaut, dan kapal perikanan eropa sebanyak 1143 pelaut. (Rhp) (Foto: eMaritim.com)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
1 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"