» » » » Indonesia Tuan Rumah Regional Marpolex 2017


Filipina, eMaritim.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah Regional Marine Pollution Exercise (Regional Marpolex 2017), sebagai salah satu implementasi dari Sulawesi Sea Oil yang secara berkala diadakan setiap setahun sekali secara bergiliran.

"Untuk Marpolex 2017, Indonesia menjadi tuan rumah bergantian dengan Filipina," ujar Direktur KPLP Ditjen Perhubungan Laut Viktor Vicky Subroto di Filipina, Kamis (29/9/2016).

Menurut Viktor, untuk merumuskan detail dari rencana latihan Regional Marpolex'17, Penjaga Laut dan Pantai Filipina mengadakan Perencanaan dan Penandatanganan Konferensi Regional Marpolex.

"Pemerintah Indonesia akan menyajikan draft rencana latihan dan saya mengundang untuk semua delegasi dapat memberikan beberapa komentar dan saran untuk menyelesaikan Latihan Rencana Regional Marpolex'17," tutur Viktor.

Victor mengemukakan, pada kegiatan tahun 2015 yang digelar di Cebu, Filipina, telah mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan.

"Dalam konferensi ini, delegasi Indonesia mempresentasikan rancangan umum rencana latihan Regional Marpolex'17 dan peninjauan Sulawesi Sea Jaringan Rencana," ungkap Viktor.

Salah satunya adalah bantuan dan komunikasi prosedur, Dirjen Perhubungan Laut, Komandan Philipine Coast Guard, dan Komandan Japan Coast Guard.

"Kami mengusulkan untuk emphisis prosedur ini dengan menghubungkan ke imigrasi dan custom clearance," imbuh Viktor.

Adapun Negara-negara anggota ASEAN dalam Kelompok ASEAN Maritime Transport Working telah membahas draft rencana darurat tumpahan minyak regional.

"Kami berharap di bawah Sulawesi Sea Jaringan Rencana diharapkan dapat lebih maju dan karenanya ke depan dapat mendukung ASEAN Regional Oil Spill Contingency Plan," pungkas Victor.

*Hari Maritim Dunia 2016*
Di tempat terpisah Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Ir. A. Tonny Budiono, MM menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mendukung pelaksanaan Marpolex setiap tahunnya. "Marpolex ini sangat baik untuk melatih petugas KPLP dalam menangani masalah pencemaran laut yang terjadi karena tumpahan minyak. Hal ini selaras dengan slogan dari International Maritime Organization (IMO) yaitu safe, secure and efficient shipping on clean oceans”,  ujar Tonny.

Dalam kesempatan ini pula, Tonny juga menyampaikan selamat hari Maritim Dunia 2016 yang jatuh tanggal 29 September 2016. " Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia tentunya ikut merayakan hari maritim sedunia yang jatuh pada hari ini. Dengan tema Shipping: indispensable to the world, Indonesia meyakini bahwa pelayaran merupakan tulang punggung perekonomian dunia dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan  berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia," tutup Tonny. (hdi) (Sumber Foto: Istimewa)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini