» » » Pelaut bertanya KPI menjawab

Jakarta 11 September 2016,emaritim.com

Bertempat di sebuah Coffee bernama Captain Jack Coffee sebuah diskusi bertema Pelaut bertanya KPI menjawab diselenggarakan oleh Komunitas Pelaut Cibubur. Adalah Captain Ananta Gultom M.Mar yang menjadi inisiator acara tersebut dengan menghadirkan Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia(KPI) Captain Hasudungan Tambunan dan pelaut pelaut yang tinggal di sekitaran Jakarta Timur,Bekasi,Depok dan Bogor.


Dipandu oleh Ibu Nanis Widiatiningsih yang sering terlihat di seminar seminar bertemakan sama, acara berlangsung akrab diselingi pertanyaan dan pernyataan yang terkadang terdengar keras menyikapi peran KPI selama ini terhadap kesejahteraan pelaut Indonesia.

Dengan telah disetujuinya rencana Ratifikasi Maritime Labour Convention(MLC 2006)oleh DPR maka harapan pelaut pelaut Indonesia untuk tetap bekerja dikapal kapal asing dengan tingkat kesejahteraan baik akan tetap bisa dilakukan.


Dalam kesempatan tersebut Captain Hsudungan mengatakan:" Mohon diingat bahwa dengan telah di ratifikasinya MLC 2006 bukan berarti otomatis Gaji pelaut menjadi naik,MLC lebih menekankan kepada kesejahteraan ,standar tempat bekerja yang baik serta jaminan perlindungan hak hak pelaut oleh setiap negara yang meratifikasinya.

Masalah gaji adalah masalah kemampuan sebuah perusahaan pelayaran dalam sisi finansial masing masing,karena sangat sulit menentukan standar gaji karena begitu beragam nya jenis kapal dan juga income yang didapatnya".

Sementara itu seorang Pelaut Senior bernama Captain Darul Makmur M.Mar MM yang menjabat Wakil ketua Indonesian Seafarers Communication Forum memerikan komentar mengenai KPI:"Tidak bisa di pungkiri bahwa selama ini KPI lebih banyak ribut dengan urusan internal saja,bahkan para pengurus lama seperti lupa akan tugas utamanya selama ini.Setiap pemilihan ketua baru,ada saja yang dirubah rubah didalam AD/ART nya agar bisa memenangkan atau melanggengkan kepengurusan yang sedang berkuasa. 

Saya mengimbau ketua KPI yang baru agar bisa sama sama memajukan pelaut Indonesia dan tinggalkan kebiasaan lama dimana semua sibuk mengutak atik properti milik KPI yang kesemuanya datang dari iuran pelaut nya".


Sambil berapi rapi Captain Darul yang sudah menjadi pelaut di Tahun 1976 menambahkan:"Mari satukan pikiran dan langkah demi jayanya pelaut Indonesia".

Nara sumber lain Zaenal A Hasibuan pimpinan media online www.emaritim.com yang juga ketua bidang Organisasi/Keanggotaan/IT/Medsos DPP INSA ( Indonesian National Ship Owner Association) memberikan komentar:"Selamat kepada Pelaut Indonesia,saya turut bersuka cita atas di setujui nya rencana ratifikasi MLC 2006 dan semoga pelaut Indonesia bisa berjaya seperti nenek moyang kita dahulu.

Didalam keadaan industri pelayaran yang lesu ini,berita tersebut seperti angin sejuk yang lama ditunggu tunggu.Kamipun dari DPP INSA selama ini menjadikan MLC 2006 sebuah agenda yang harus cepat dituntaskan oleh pemerintah Indonesia.Mari kita wujudkan Tri Partid yang kuat dibidang ini antara KPI,INSA dan Perhubungan Laut.

Acara diakhiri dengan do'a yang dipimpin oleh seorang pelaut aktif bernama Captain Atip Abdulatip M.Mar menandakan bahwa suatu keinginan baik harus dimulai dengan doa,khususnya atas kemajuan dan kesejahteraan pelaut Indonesia.(janno)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini