» » Akhir Dari Perjuangan ABK Kapal Swiber di Dubai

Jakarta, eMaritim.com

Setelah berjuang hampir 6 bulan sejak bulan Juni 2016 lalu, Nakhoda dan ABK dari salah satu kapal Swiber yang terbengkalai di Dubai Anchorage akhirnya bisa bernafas lega karena mereka bisa keluar dari kapal mereka dan akan terbang untuk pulang menuju Indonesia, negri tercinta mereka pada tangal 24 Nov 2016 dini hari ini.

Ketika ditemui oleh Pengurus P2MI-UAE, mereka kelihatan sangat senang sekali dan sudah menanti nanti kepulangan mereka yang sudah tertunda sejak lama itu, ditambah lagi masalah pembayaran gaji yang masih tertunda untuk bulan Oktober dan November ini.

Tetapi dari pembicaraan yang didapat dengan Nakhoda dan ke-12 ABK nya ini, mereka tidak terlalu memikirkan tentang gaji yang masih tersendat itu. 
"Asalkan kami bisa keluar dari kapal itu dan pulang ke Indonesia dulu, itu yang paling penting." Kata salah satu dari mereka.

Nakhoda, Capt. Agustus Santoso Abdulah, menyampaikan ribuan terima kasih kepada pihak pihak terkait yang telah membantu dan memberi semangat kepada mereka dalam proses pemulangan ini setelah perjuangan panjang yang mereka hadapi hampir selama 6 bulan ini. 

"Terutama kepada KJRI Dubai, KBRI Singapura, KBRI UAE, berita berita online dan pihak pihak lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, terima kasih banyak.' Katanya.

Crew dari kedua kapal Swiber yang lainnya masih dalam proses pemulangan yang sama, "Mudah mudahan sebelum akhir bulan ini, kawan kawan kami yang lainnya dari ke dua kapal Swiber yang masih ada di Dubai Anchorage itu bisa dipulangkan seperti kami dan bertemu kembali dengan keluarga mereka." Nakhoda, Capt. Agustus Santoso Abdulah berharap.

Perjalanan panjang ini memang begitu melelahkan bagi mereka, tetapi ketika harapan, semangat dan kerjasama yang sangat solid datang dari semua sisi membuat perjuangan mereka ini berakhir dengan suka cita. 

"Masih banyak PR kita sebagai insan maritim di Indonesia ini kedepannya, banyak hal yang perlu kita kerjakan bersama sama dengan pihak pihak terkait seperti KEMENHUB, KJRI, KBRI dan stakeholders lainnya baik di Indonesia maupun di UAE. Tugas ini bukanlah suatu masalah bagi kita, tetapi suatu tantangan yang harus kita hadapi dan menangkan kedepannya demi memperjuangkan kesejahteraan dan melindungi warga negara Indonesia dimanapun mereka berada.

Terutama para pelaut Indonesia yang bekerja diluar negri ini, yang telah bekerja keras sebagai penyumbang devisa negara kita'. Ucap Capt. D. Simatupang, perwakilan dari pengurus P2MI UAE menutup pertemuan ini dan berdoa agar penerbangan mereka selamat sampai ke tanah air.(zah)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini