» » » Buka Puasa dan Sukuran DPP INSA.

Jakarta 8 Juni 2017, eMaritim.com

Dewan Pimpinan Pusat Indonesian Shipowners Association ( DPP INSA ) mengadakan acara silaturahmi berbuka puasa bersama di Ball Room Djakarta Theatre, Jakarta Pusat sore tadi.

Dihadiri Laksamana (purn) Marsetio, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono, Pakar Ilmu Kemaritiman Chandra Motik, Direktur BKI Rudyanto, Dirtek BKI Capt Iman Satria Utama, Direktur Lalu Lintas Laut Bay Hasani, PRAMARIN (Praktisi Maritim Indonesia), Perwakilan Asosiasi lain, Komisaris Utama PELNI Leon Muhammad, Dirtek PELNI Olich M Sodikin, CEO Samudra Indonesia Masli Mulia, CEO GLS group H Sunarto, Dewan Penasehat INSA, Para pengurus DPP INSA, dan yang paling spektakuler adalah kedatangan Perwakilan DPC INSA seluruh Indonesia.

Diawali dengan berbuka puasa bersama dan Sholat Maghrib, acara dilanjutkan dengan menyantuni Anak Yatim yang di lakukan langsung oleh ketua DPP INSA Carmelita Hartoto.

Sementara dalam sambutannya, Sekjend DPP INSA Budhi Halim mengatakan: " Saya berterima kasih sekali kepada Kementrian Perhubungan/ Dirjen Hubla yang telah mengeluarkan surat edaran yang mengesahkan pengakuan terhadap DPP INSA. Dengan ini semua pihak menjadi jelas bahwa hanya satu DPP INSA di Indonesia".
Budhi Halim juga meminta maaf kepada semua pihak dengan adanya organisasi lain yang mengaku INSA selama ini.

Sementara Dirjen Hubla dalam sambutannya mengatakan semoga INSA bisa kembali merangkul anggotanya yang belum bergabung untuk sama sama mensukseskan Program Pemerintah.

Kehadiran Perwakilan Organisasi lain dan  DPC INSA seluruh Indonesia menandakan penghormatan dan kesetiaan daerah atas INSA selama ini.
Semoga industri pelayaran dapat kembali berjaya dengan telah jelasnya status satu-satunya organisasi yang menaungi para pemilik kapal tersebut.
Ucapan selamat patut diberikan kepada Carmelita Hartoto dan para Pengurusnya.(jan)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"