» » IGNITION DIDALAM CRANKCASE

Jakarta,30/01/2018, eMaritim.com - Ignition ialah penyalaan api sedangkan CrankCase ialah ruang pipi engkol ( crank web ) dimana ditempat tersebut terdapat crank pin bearing dan ada pula main bearing.

Sedang ruangan diatasnya ialah ruangan piston underside tempat udara bilas dibagian bawah piston, pada saat proses pembakaran berlangsung .

Jadi crankcase berada dibagian bawah Engine sebelum Engine Lub. Oil Sump tank.

Dari judul diatas, memaparkan Penyalaan api yang terjadi di crankcase, padahal diruang crankcase ini dalam keadaan Engine sedang bergerak dan yang bergerak hanyalah Shaft dan crankweb .

Sehingga apa yang menyebabkan terjadinya Penyalaan api didalam ruangan ini?

Dalam keadaan Engine bergerak, gas yang terbentuk didalam crankcase  yaitu N2 - O2 - CO2.

Proporsinya  sama dengan udara sekitarnya, ditambah lagi dengan adanya gas yang ditimbulkan oleh siraman Lub Oil di sekitarnya.

Kondisi diatas tadi makin menambah konsentrasi gas lainnya  yang bersifat mudah terbakar dan naiknya temperatur didalam CrankCase akibat dari pada permukaan logam yang saling bergesekan seperti Bearing dan Shaft atau Cross head Shoe ditambah lagi rambatan panas yang terjadi akibat pembakaran yang terjadi didalam Engine.

Panasnyaya temperatur di dalam crankcase ini akan menyebabkan kondensasi dari sebagian lub oil sehingga  Area ini disebut area  " Hot Spot "

Dan saking panasnya, dapat menimbulkan Oil Mist yang berupa embun embun dan dalam jumlah yang  banyak akan berbahaya dengan menimbulkan tekanan didalam crankcase sehingga momen tenaga yang timbul akibat ini akan membuka Relief valve.

Apabila Oil Mist terlalu banyak juga akan menimbulkan ledakan yang dapat menyebabkan kebakaran di Engine room.

Jadi yang harus dihindarkan adalah meminimalisir atau menghindari adaya " Hot Spot " dan " Oil Mist " di dalam Crank Case dengan jalan :

1. Melaksanakan Maintenance secara periodik " Bearing " seperti main bearing, crank pin bearing

2. Perawatan berkala Oil Mist Detector agar dapat berfungsi baik .
Sehingga Ignition yang memancing terjadinya kebakaran didalam Crankcase ataupun Crankcase Exolosion dapat dihindari

3. Membersihkan secara berkala semua Air Vent

By: Adiely Nduru
Free konsultasi
 Free Engineering Consultant


eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini