» » XRF - Analyser, Perangkat Canggih Untuk Menganalisa Shulphur Content dan Keausan Cylinder Liner, Piston dan Stern Tube

Jakarta, eMaritim.com - Dalam menghadapi regulasi IMO yang akan mulai berlaku pada 2020 sampai saat ini terus diciptakan terobosan terobosan  baik metode maupun peralatan yang mendukung  terciptanya kondisi pengurangan kadar Shulphur content didalam bahan bakar kapal , shulphur content yang biasanya hanya berdasarkan informasi sepihak berdasarkan Delivery Note dari Supplier bahan bakar yang tentunya ke accuratannya hanya kita terima saja dan  memang di Delivery Note selalu disebutkan berapa besarv Shulphur Content yang di dasarkan pada hasil pengukuran laboratorium di darat, permasalahannya  adalah apakah ada hasil tester  dari pihak lain sebagai pembanding sehingga hasil laboratorium ini valid ?

Selama ini  pengalaman  penulis belum pernah menemukan  hasil pembanding dari pihak lain kecuali pada saat setelah selesai bunker dimana kita harus mengirimkan Sample yang diterima dikapal untuk di periksa yang salah satunya adalah Sulphur Content dari Authorized Independent Laboratory yang biasanya dikirim oleh pihak kantor di darat.

Sekarang dengan makin dekatnya pengimplementasian Shulphur Content yang di isyaratkan oleh IMO sebesar 0.5 % maka kita perlu extra hati hati sebelum kita menerima bunker dari Supplier dengan selalu double check atau dengan pembanding lainnya. 

Saat ini telah ditemukan suatu alat yang dapat dipakai sebagai alat pembanding Shulphur Content hasil Laboratorium yaitu:  " X - Ray Fluorescence ( XRF ) Analyser" sebuah alat Portable Testing Device guna mengukur Shulphur Content didalam bahan bakar ( Fuel Oil ). 
Alat ini dibuat dan diproduksi oleh Parker Kittiwake.

Peralatan XRF - Analyser ini sangat canggih karena dengan hanya menganlisa sejumlah kecil sampel bahan bakar ( fuel ) dapat dihasilkan hasil analisa Shulphur Content di dalam waktu hanya 3 ( tiga ) menit yang setara dengan hasil Laboratorium.

Sudah barang tentu pengukuran dengan peralatan ini akan sangat menguntungkan baik bagi pihak kapal maupun pihak lainnya semisal  PSC ( Port State Control  ) . 
Dengan peralatan ini akan sangat obyektif karena pengetesan dilakukan dengan cara on site dan hasilnya disajikan secara real time pula, juga demikian halnya dalam kegiatan menerima bunker akan sangat bermanfaat sekali, sehingga kita bisa menolak bahan bakar yg dikirim jika tidak sesuai dengan standard permintaan kita.

Non Compliance dapat dihindari yang berarti pula penahanan kapal oleh PSC dapat dihindari karena Shulphur Content tang tinggi dari bahan bakar yang ada di dalsm tanki kita sehingga operasi kapalpun tidak akan terganggu serta penerimaan bahan bakar yang jelek akan dapat dihindari, karena laboratorium analysis yang biasanya memakan waktu lama dapat dihindari juga dampak lingkungan yang mungkin timbul karena menggunakan bahan bakar dengan kadar Shulphur  Content tinggi dapat dihindari.

XRF - Analyser selain untuk menganalisa Shulphur Content alat ini
Juga dapat berfungsi untuk mengetahui keausan metal yang terjadi di dalam   Lubricating Oil ( minyak lumas ), pada alat ini minyak lumas yang dianalisa akan mengiinformasikan kandungan metal yang tererosi pada Cylinder Liner; Piston Ring; Gears dan Sten Tube System. ( Adiely Nduru )

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini