JAKARTA — Solidaritas keluarga besar pelaut Indonesia kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari hasil penggalangan dana yang dikoordinasikan komunitas dan alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CCAIP), terkumpul dana sekitar Rp35 juta. Selain dana, bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok juga telah dipersiapkan untuk dikirim ke wilayah terdampak.
Bantuan yang dikumpulkan dari Jakarta antara lain 24 paket kebutuhan, terdiri dari pembalut wanita serta makanan bayi untuk usia di bawah enam dan delapan bulan. Jenis bantuan tersebut disiapkan berdasarkan informasi mengenai kebutuhan masyarakat di wilayah Maumere.
Koordinator bantuan, Budi Pramono, mengatakan kondisi kebutuhan pangan di wilayah tersebut relatif masih tersedia. Namun, kebutuhan khusus seperti pembalut wanita dan makanan bayi masih menjadi perhatian.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut akan dikirim melalui Kapal Tidar yang dijadwalkan berangkat dari Jakarta pada 29 Agustus. Bantuan diperkirakan tiba di wilayah NTT sekitar 2–3 September, dengan tujuan awal Maumere dan Lewoleba.
Setibanya di daerah tujuan, bantuan akan diterima dan didistribusikan oleh tim setempat kepada masyarakat yang membutuhkan. Koordinasi juga dilakukan dengan jaringan alumni di Maumere untuk memastikan proses penyaluran berjalan efektif.
Pihak posko menyebutkan bahwa sejumlah bantuan memang telah mulai tersalurkan, namun masih terdapat lokasi yang belum sepenuhnya terjangkau. Karena itu, instansi, komunitas maupun yayasan yang ingin mengirimkan bantuan masih dapat berkoordinasi dengan posko sebelum keberangkatan kapal.
Perwakilan BPP CAAIP, Evi, menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat NTT. Ia berharap bantuan yang dikirim dapat memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan kebutuhan dasar.
Aksi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana jejaring pelaut dan alumni pendidikan kepelautan dapat berperan dalam aksi kemanusiaan, memanfaatkan jaringan maritim untuk membantu mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Solidaritas pelaut tidak berhenti di laut. Ketika masyarakat membutuhkan, jaringan maritim bergerak untuk membantu.
**** Info terakhir diterima Redaksi Dana yg terkumpul sudah mencapai Rp.45jt



Tidak ada komentar:
Komentar yang bijaksana dan bertanggung jawab sesuai dengan yang diatur dalam UU ITE.
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komentator.