» » » Kesalahan Tata Kelola Migas Mengakibatkan Indonesia Eksportir Menjadi Importir BBM Senilai 42 Miliar Dollar As

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Kesalahan tata kelola migas mengakibatkan Indonesia yang semula eksportir menjadi salah satu negara importir terbesar bahan bakar minyak (BBM).Pada 2O13, misalnya, Indonesia menghamburkan devisa 42 miliar dollar AS untuk impor minyak mentah dan produk minyak.Padahal cadangan devisa 112 miliar dollar AS, artinya hampir separo devisa untuk impor minyak.
Selain menguras devisa,melambungkan impor minyak secara signifikan menyumbang defisit neraca berjalan.Dari defisit 29,1 miliar dollar AS pada 2O13, impor minyak menyumbang 22,5 miliar dollar AS.
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, mengatakan hal tersebut saat berbicara dalam Kongres Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) di Jakarta, kemarin.
"Pengelolaan sektor minyak dan gas atau migas nasional tengah mengalami kondisi mismanagement atau kesalahan tata kelola.Hal itu bisa dilihat dari menurunnya produksi atau lifting migas dan tidak kunjung ditemukannya cadangan minyak baru.
Menurut Faisal Basri, kesalahan tata kelola migas juga mengakibatkan Indonesia yang semula eksportir menjadi salah satu negara importir terbesar BBM.Bahkan negara Indonesia terancam pecah seperti terjadi Irak,Libia, dan Suriah karena kesalahan pengelolaan migas ditambah dengan kuatnya pengaruh mafia.
"Jangan sampai seperti Petrobas yang telah memenjarakan 23 elite politik akibat menjarah national oil company seperti terjadi di Libia, Suriah, dan Negeria.Dia kacau balau sampai sekarang karena abuse of resources yang memunculkan Assad,Khadafi, dan kehancuran Saddam.Negara itu kacau balau karena minyak," jelasnya.
Dikatakan lagi Ekonom Senior Faisal Basri. Menjadi "kutukan" bagi Indonesia sudah terlihat.
"Produksi minyak turun dari level tertinggi 1,6 juta barel menjadi 790 ribu barel per hari, rata-rata Januari-September 2O14.Sementara konsumsi BBM meningkat luar biasa dari kurang 4OO ribu barel pada 198O menjadi 1,6 juta barel per hari," jelasnya.
Turunnya produksi minyak itu menyebabkan Indonesia harus mengimpor minyak mentah untuk memenuhi permintaan dalam negeri.Akibatnya Indonesia masuk negara pengimpor terbesar untuk kategori BBM.
Dampak lain dari membengkaknya impor dan defisit minyak adalah keseluruhan perekonomian bangsa tersandera."Hal nyata terlihat pada kian melemahnya kurs rupiah,"selanya.
Akibat salah kelola migas di Tanah Air, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terburuk sejak November 2O11 yalni menembus 12.3OO rupiah per dollar AS.Hal itu dipicu impor minyak dalam jumlah besar untuk memenuhi pasokan premium dan solar bersubsidi di dalam negeri.Impor berpengaruh kepada defisit neraca berjalan.
"Minyak sudah merambah kemana-mana dan menciptakan sekujur perekonomian menderita," kata Faisal Basri.
Oleh karena itu salah satu cara untuk memicu efek positif dari potensi migas ialah membangun kilang minyak baru yang selama ini terganjal oleh alasan tidak jelas seperti tidak ada insentif pajak dan marjin tipis.
"Kehilangan peluang bangun kilang mengakibatkan pelemahan industri.Semestinya minyak sebagai tulang punggung pembangunan dan industrialisasi," katanya.(lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini