» » » Pemprov NTT Dukung Pengeboran Minyak Lepas Pantai

Kupang, e.Maritim.Com, - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung rencana pengeboran minyak di blok laut lepas west timor yang dikerjakan Eni West Timor.


Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat menerima kunjungan tim eksplorasi minyak dari SKK Migas Perwakilan Surabaya, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Tim itu datang untuk melaporkan kondisi terkini rencana kegiatan eksplorasi yang direncanakan mulai 2015.

“Pada prinsipnya mendukung penuh kegiatan eksplorasi yang dilaksanakan oleh Eni West Timor di Laut Timor. Upaya kerja sama dan adanya dukungan pemerintah daerah menjadi harapan tersendiri dalam melakukan berbagai investasi yang berdampak positif bagi hajat hidup orang banyak. Saya minta Dinas Pertambangan NTT untuk melakukan koordinasi dengan pihak Pemda TTS sehubungan dengan rencana eksplorasi yang diilakukan Eni West Timor,” kata Frans Lebu Raya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Djoko Widhihoronto mengatakan, pertemuan dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk melaporkan situasi saat ini dari perkembangan survei yang telah dilakukan Eni West Timor di laut lepas antara Australia dan NTT dalam wilayah teritori Indonesia terkait dengan kegiatan eksplorasi tersebut.

“Jika pihak Eni West Timor, telah melakukan berbagai kegiatan survei, antara lain, grafity magnetic (Grafmag) seluas 4.000 kilometer persegi di luar kawasan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, yaitu di laut Timor Selatan dalam kegiatan semester I. Setelah pengamatan atas grafmag melalui kegiatan foto udara dan apabila berhasil baik kemudian segera dilakukan pengeboran pada tahun 2015 sebagai kegiatan semester II,” kata Djoko.

Kepala Dinas Pertambangan NTT, Danny Suhadi mengatakan, sebelum Eni West Timor melakukan survei, awal telah dilakukan oleh sebuah perusahaan yaitu HAS di wilayah outsorce Timorty (OTS I), namun dalam rencana pelaksanaan survei tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan maka diambil alih oleh Eni West Timor yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Koordinator Perekonomian RI. Dengan demikian pihak Eni West Timor mengelola dua blok, yaitu selain blok Eni West Timor dan juga blok OTS I.(beritasatu.com/lasman simanjuntak)




KAPAL yang kini dijuluki sebagai kapal terbesar di dunia telah melayari samudera.

Kapal bernama Pieter Schelte, dijuluki sebagai kapal raksasa karena kemampuannya mengangkut konstruksi kilang minyak lepas pantai untuk dipindahkan ke lokasi baru.

Panjang kapal raksasa ini mencengangkan karena mencapai 382 meter dan lebar 124 meter, hampir menyamai tingginya gedung pencakar langit Empire State Building di New York apabila diberdirikan dan bentangannya lebih lebar dari Big Ben, maskot kota London, Inggris.

Kapal raksasa berbentuk catamaran ini dibangun oleh galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering di Korea Selatan.

Harganya US$3,1 miliar setara dengan kemampuan kapal dengan kekuatan 11,2 megawatt yang terhubung ke 13 mesin Rolls Royce, seperti dilaporkan Gizmodo yang dikutip MailOnline.

Topside - bagian atas rig minyak - beratnya mencapai 48 ribu ton dapat diangkut oleh raksasa ini, kemampuan lain adalah mengangkat jaket - kaki - pada rig yang beratnya mencapai 25 ribu ton.

Kapal kemudian dapat mengangkut kedua bagian atas dan bawah rig minyak secara bersamaan dan membawanya kembali ke pelabuhan.

Ia bahkan bisa menaikkan dan menurunkan kilang minyak ke air hingga kedalaman 25 meter.

Pieter Schelte, yang akan dioperasikan oleh perusahaan Swiss Allseas, diharapkan mulai operasi di lepas pantai tahun depan.

Kapal ini dapat mencapai kecepatan 14 knot (16,1 mph atau 25,9 km/jam) dan memiliki ruang untuk 571 awak.

Ketika siap beroperasi kapal ini juga menjadi kapal pengangkut pipa terbesar di dunia dan akan digunakan untuk membangun infrastruktur bawah laut.

Kapasitas pemasangan pipa sebesar 2.000 ton adalah dua kali lipat dari pemegang rekor sebelumnya, kapal Allseas lain yang disebut Solitaire.

Pieter Schelte hanya akan menyandang gelar kapal terbesar di dunia selama enam tahun, karena pada 2020 Allseas bakal memiliki kapal yang lebih besar dalam operasinya untuk membangun dan memindahkan rig minyak raksasa.

Kapal Maersk Triple-E juga dibangun oleh Daewoo Shipbuilding dan sampai saat ini masih memegang rekor sebagai kapal terpanjang, meskipun, panjangnya hanya 400 meter. - See more at: http://berita2bahasa.com/berita/07/11501812-kapal-terbesar-di-dunia-mampu-angkut-kilang-minyak-lepas-pantai#sthash.nKM59yY9.dpuf
KAPAL yang kini dijuluki sebagai kapal terbesar di dunia telah melayari samudera.

Kapal bernama Pieter Schelte, dijuluki sebagai kapal raksasa karena kemampuannya mengangkut konstruksi kilang minyak lepas pantai untuk dipindahkan ke lokasi baru.

Panjang kapal raksasa ini mencengangkan karena mencapai 382 meter dan lebar 124 meter, hampir menyamai tingginya gedung pencakar langit Empire State Building di New York apabila diberdirikan dan bentangannya lebih lebar dari Big Ben, maskot kota London, Inggris.

Kapal raksasa berbentuk catamaran ini dibangun oleh galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering di Korea Selatan.

Harganya US$3,1 miliar setara dengan kemampuan kapal dengan kekuatan 11,2 megawatt yang terhubung ke 13 mesin Rolls Royce, seperti dilaporkan Gizmodo yang dikutip MailOnline.

Topside - bagian atas rig minyak - beratnya mencapai 48 ribu ton dapat diangkut oleh raksasa ini, kemampuan lain adalah mengangkat jaket - kaki - pada rig yang beratnya mencapai 25 ribu ton.

Kapal kemudian dapat mengangkut kedua bagian atas dan bawah rig minyak secara bersamaan dan membawanya kembali ke pelabuhan.

Ia bahkan bisa menaikkan dan menurunkan kilang minyak ke air hingga kedalaman 25 meter.

Pieter Schelte, yang akan dioperasikan oleh perusahaan Swiss Allseas, diharapkan mulai operasi di lepas pantai tahun depan.

Kapal ini dapat mencapai kecepatan 14 knot (16,1 mph atau 25,9 km/jam) dan memiliki ruang untuk 571 awak.

Ketika siap beroperasi kapal ini juga menjadi kapal pengangkut pipa terbesar di dunia dan akan digunakan untuk membangun infrastruktur bawah laut.

Kapasitas pemasangan pipa sebesar 2.000 ton adalah dua kali lipat dari pemegang rekor sebelumnya, kapal Allseas lain yang disebut Solitaire.

Pieter Schelte hanya akan menyandang gelar kapal terbesar di dunia selama enam tahun, karena pada 2020 Allseas bakal memiliki kapal yang lebih besar dalam operasinya untuk membangun dan memindahkan rig minyak raksasa.

Kapal Maersk Triple-E juga dibangun oleh Daewoo Shipbuilding dan sampai saat ini masih memegang rekor sebagai kapal terpanjang, meskipun, panjangnya hanya 400 meter. - See more at: http://berita2bahasa.com/berita/07/11501812-kapal-terbesar-di-dunia-mampu-angkut-kilang-minyak-lepas-pantai#sthash.nKM59yY9.dpuf
KAPAL yang kini dijuluki sebagai kapal terbesar di dunia telah melayari samudera.

Kapal bernama Pieter Schelte, dijuluki sebagai kapal raksasa karena kemampuannya mengangkut konstruksi kilang minyak lepas pantai untuk dipindahkan ke lokasi baru.

Panjang kapal raksasa ini mencengangkan karena mencapai 382 meter dan lebar 124 meter, hampir menyamai tingginya gedung pencakar langit Empire State Building di New York apabila diberdirikan dan bentangannya lebih lebar dari Big Ben, maskot kota London, Inggris.

Kapal raksasa berbentuk catamaran ini dibangun oleh galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering di Korea Selatan.

Harganya US$3,1 miliar setara dengan kemampuan kapal dengan kekuatan 11,2 megawatt yang terhubung ke 13 mesin Rolls Royce, seperti dilaporkan Gizmodo yang dikutip MailOnline.

Topside - bagian atas rig minyak - beratnya mencapai 48 ribu ton dapat diangkut oleh raksasa ini, kemampuan lain adalah mengangkat jaket - kaki - pada rig yang beratnya mencapai 25 ribu ton.

Kapal kemudian dapat mengangkut kedua bagian atas dan bawah rig minyak secara bersamaan dan membawanya kembali ke pelabuhan.

Ia bahkan bisa menaikkan dan menurunkan kilang minyak ke air hingga kedalaman 25 meter.

Pieter Schelte, yang akan dioperasikan oleh perusahaan Swiss Allseas, diharapkan mulai operasi di lepas pantai tahun depan.

Kapal ini dapat mencapai kecepatan 14 knot (16,1 mph atau 25,9 km/jam) dan memiliki ruang untuk 571 awak.

Ketika siap beroperasi kapal ini juga menjadi kapal pengangkut pipa terbesar di dunia dan akan digunakan untuk membangun infrastruktur bawah laut.

Kapasitas pemasangan pipa sebesar 2.000 ton adalah dua kali lipat dari pemegang rekor sebelumnya, kapal Allseas lain yang disebut Solitaire.

Pieter Schelte hanya akan menyandang gelar kapal terbesar di dunia selama enam tahun, karena pada 2020 Allseas bakal memiliki kapal yang lebih besar dalam operasinya untuk membangun dan memindahkan rig minyak raksasa.

Kapal Maersk Triple-E juga dibangun oleh Daewoo Shipbuilding dan sampai saat ini masih memegang rekor sebagai kapal terpanjang, meskipun, panjangnya hanya 400 meter. - See more at: http://berita2bahasa.com/berita/07/11501812-kapal-terbesar-di-dunia-mampu-angkut-kilang-minyak-lepas-pantai#sthash.nKM59yY9.dpuf

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini