» » » Australia Belum Putuskan Rencana Pembuatan Armada Kapal Selam

Jakarta,eMaritim.Com Australia sedang melakukan pembicaraan dengan Jepang dan beberapa pihak lain mengenai desain dan produksi kapal selam baru,demikiain dikatakan  Departemen Pertahanan Australia, Selasa (6/1/2015).

Namun, Departemen Pertahanan Australia tidak mengkonfirmasi tentang laporan bahwa kedua negara akan bersama-sama membangun armada kapal selam baru itu.

Australia berencana untuk menggantikan armada kapal selam bertenaga diesel dan listrik yang dimiliki sejak 1990-an, tetapi pemerintah Australia belum mengatakan apakah akan membangun kapal selam itu di dalam negeri atau membeli kapal selam jadi dari pemasok internasional.

Berdasarkan proposal yang diberitakan oleh Mainichi Shimbun, Senin, Kementerian Pertahanan Jepang menyampaikan akan bekerja sama dengan Australia dalam mengembangkan baja khusus dan bahan lainnya untuk pembuatan kapal selam baru Australia, sementara pihak Jepang akan bertanggung jawab untuk perakitan.

Kerja sama itu dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran bahwa industri galangan kapal dalam negeri akan mendapat dampak buruk jika pemerintah Australia memilih untuk membeli kapal selam kelas Soryu yang sudah jadi dari Jepang, dibandingkan membangun kapal itu sendiri di dalam negeri dengan memanfaatkan teknologi Jepang.

Laporan Mainichi Shimbun mengatakan Australia telah mengambil "sikap positif" terkait proposal kerja sama yang kemungkinan besar diresmikan pada akhir tahun ini, sementara pemerintah Australia mengatakan "belum ada keputusan yang diambil".

"Upaya sedang dilakukan untuk mengeksplorasi beberapa pilihan bagi pembuatan Kapal Selam Masa Depan bertenaga konvensional, dan Australia membahas isu-isu yang berkaitan dengan kapal selam dengan sejumlah negara, termasuk Jepang," kata juru bicara Departemen Pertahanan Australia dalam sebuah pernyataan.

"Belum ada keputusan yang diambil terkait desain dan pembangunan kapal selam Australia untuk generasi mendatang. Keputusan pemerintah akan didasarkan pada data terpercaya yang dievaluasi dengan beberapa persyaratan dari pihak angkatan laut," ujar juru bicara itu.

 Untuk membeli kapal selam baru yang sudah jadi dari negara Asia Timur, Australia akan dikenakan biaya sekitar 25 miliar dolar Australia (setara 20,3 miliar dolar AS), sementara biaya untuk pembuatan kapal selam di dalam negeri bisa mencapai 50-80 miliar dolar Australia.

Namun, beberapa pihak telah menyatakan keprihatinan bahwa pembelian kapal selam yang sudah jadi tidak hanya akan menyakiti industri galangan kapal di Australia tetapi juga memiliki efek riak bagi industri-industri terkait. (ant/afp/analisa/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini