» » » Enam Terpidana Mati Narkoba Dieksekusi Minggu 18 Januari 2015

Jakarta,eMaritim.Com, Kejaksaan Agung akan melakukan eksekusi terhadap enam terpidana mati pada Minggu, 18 Januari 2015. Pelaksanaan hukuman mati ini akan dilakukan secara serentak di Nusakambangan dan di Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam keterangan persnya, Kepala Kejaksaan Agung HM Prasetyo, di Jakata,kemarin, seperti dikutip dari VIVAnews.com,  mengatakan, seluruh terpidana mati ini sudah diberi informasi mengenai eksekusi tersebut pada Rabu, 14 Januari 2015 kemarin.

Lima dari enam terpidana merupakan warga asing dan satu orang warga Indonesia, dengan berbagai kasus. Kebanyakan kasus narkotika.

"Pada 3 hari sebelum hari H pada yang bersangkutan sudah diberi tahu. Ini agar ada persiapan mental dan mendengar permintaan terakhir mereka," kata HM Prasetyo.

Menurutnya, Nusakambangan dipilih karena alasan keamanan, kelancaran, dan tempat yang ideal. Selain itu, seluruh kedutaan besar dari masing-masing narapidana itu sudah datang ke Nusakambangan untuk bertemu pada terpidana. 

Warga Terkejut Suara Tembakan

Suara tembakan saat eksekusi Tran Thi Bich Hanh atau Asyin dilakukan membuat warga Boyolali terkejut. Warga yang mendengar kabar bahwa eksekusi digelar di Markas Brimob, Desa Mojosongo, membuat warga beramai-ramai mendatangi tempat itu.

Meski sempat dibubarkan namun beberapa warga masih bertahan di sekitar Markas Brimob. Pada Minggu (18/1/2015) sekitar pukul 00.30 dini hari, warga mendengar suara tembakan. Salah sepramh warga merasa terkejut kaget dan ketakutan mendengar suara tembakan itu.

Irvan, warga Mojosongo, mengaku kaget dan tidak menduga suara tembakan yang terdengar begitu keras. Menurut Irvan, suara tembakan tersebut terdengar sekitar pukul 00.35 WIB. Saat bercerita kepada sejumlah wartawan, Irvan mengaku masih terkejut akibat mendengar suara tembakan.

"Masih shock mas, tidak menyangka keras banget," kata Irvan.



Teks Foto : Tran Thi Bich Hanh alias Asyin warga negara Vietnam yang menjalani hukuman mati karena kasus penyelundupan narkotika. (Foto:Kompas.Com/eMaritim.Com/Lasman Simanjuntak)


Hal senada diungkapkan Rizky, juga warga Mojosongo. Pemuda ini mengatakan dirinya tertarik untuk datang ke markas Brimob setelah mendengar kabar akan digelarnya eksekusi hukuman mati terpidana kasus narkoba.

Rizky yang datang bersama teman-temannya berdiri di seberang jalan pintu gerbang markas Brimob. "Suaranya keras banget, dan tadi sempat kaget,"katanya.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Kompas.com, eksekusi Asyin dilakukan di lapangan tembak Markas Nromob, Gunung Kendil, Boyolali. Eksekusi terpidana mati Asyin dilakukan pada pukul 00.45 wib, dan dipastikan sudah meninggal dunia pada pukul 01.25 wib.

Tak berselang lama, warga berangsur angsur meninggalkan lokasi markas Brimob. Jenasah rencannya akan di kremasi di Semarang, Jawa Tengah.(pulo lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini