» » » Masuk Kategori C Dewan IMO, Ini Yang Harus Indonesia Lakukan?

Jakarta, eMaritim.Com,- – Pelatihan dan pengenalan alat penanggulangan pencemaran minyak di laut yang dilakukan Syahbandar Utama Tj. Priok Jakarta, Capt.Sahattua P. Simatupang, M.M.,M.H. klaim mengenai temuan Timsas terkait pelatihan dan alat tersebut untuk membuktikan bahwa Indonesia sebagai anggota dewan International Maritime Organization (IMO) untuk kategori C periode 2016-2017.

Unutuk melakukan kewajiban Negara Indonesia sebagai dewan IMO kategori C di mata dunia, Kesyahbandar Utama Tj Priok dibawah kementrian Perhubungan melakukan kegiatan pelatihan untuk penanggulangan pencemaran minyak di laut secara professional dan berada pada kelas peristiwa nasional.

“Indonesia wajib memberikan contoh karena Indonesia  masuk kategori C dalam dewan IMO, lah kan semua dunia memang punya temuannya, tapi mereka lakukan dengan caranya mereka masing-masing,” tutur Capt Sahattua.

Dirinya juga menambahkan bahwa alat yang dibeli dari Amerika tersebut merupakan alat tipe baru sekelas international, bahwa alat ini bisa mencakup dua jenis air yang berbeda, yakni air tawar dan air laut.

 “Alat ini bisa bekerja di danau dan laut, tinggal nanti peserta akan mengikuti instruksi pelatih saja,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa temuan Indonesia ini adalah terkait dengan pencemaran yang terjadi di laut, serta bagaimana kapasitas pemerintah Indonesia untuk menanggulangi pencemaran di laut tersebut.Namu, temuan tersebut saat ini telah diperbaiki dengan skala level nasional untuk pencemaran di laut.

Capt Sahattua tetap menjelaskan  langkah  pelatihan penanggulangan pencemaran minyak di laut ini menjadi laporan kepada IMO yang dimana Indonesia masuik dewan IMO kategori C dimata dunia.

 “Kita (Syahbandar perwakilan Indonesia untuk IMO) laporkan bahwa kita melakukan tindakan perbaikan dan juga telah melakukan temuan untuk pencemaran di laut,” tegasnya. (rhp/lasman)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini