» » » Sekilas tentang Floating Storage Offloading di laut lepas

Jakarta 23 Maret 2106 , www.emaritim.com

Pernahkan pembaca mengetahui bagaimana minyak setelah keluar dari perut bumi ini diolah lalu disimpan disebuah tempat penampungan raksasa ?
Sebesar apa penampungan yang umumnya dipakai ? dan bagaimana penempatan nya .
www.emaritim mengolah beberapa informasi dari berbagai sumber di industri pengeboran minyak dan gas di Indonesia .


Ada 2 tempat penampungan minyak jika dibagi secara geography , diatas daratan yang umumnya berbentuk bulat menyerupai kaleng Raksasa disebut Kilang Minyak  dan satu ladi adalah bernama Floating Storage Offloading (FSO) atau Floating Production Storage Offloading (FPSO ) .


Sebesar apakah Storage yang dinamakan FSO atau FPSO ? jika di gambarkan sebuah tempat penampungan minyak berukuran 2 kali panjang lapangan sepakbola tentu bukan ukuran yang kecil jika di buat di daratan .
Salah satu contoh yang ada di laut Jawa adalah FSO Federal 2 yang dioperasikan di ladang minyak milik CNOOC SES di sekitar laut Jawa .
Memiliki dimensi panjang 256 meter , lebar 44 meter dengan tinggi dari permukaan deck sampai ke Lunas( dasar kapal ) sejauh 22 meter, storage terapung ini jika ditegakkan di tengah kota Jakarta akan berdiri 2 kali tinggi tugu MONAS ( 132 meter ) .
FSO ini bisa menampung 800.000 barrel atau setara dengan 104.000.000 liter minyak yang cukup untuk memenuhi tangki  2.000.000 mobil ukuran sedang .


FSO Federal 2 biasanya melakukan kegiatan bongkar muatan ke kapal kapal yang datang ke lokasi tersebut sebanyak 6 sampai 8 kali dalam sebulan .
Keberadaan FSO sangat menguntungkan industri perminyakan , dikarenakan dia bisa ditempatkan sedekat mungkin dengan areal pengeboran yang umumnya ada di lepas pantai .
Metode pemuatan ke kapal kapal yang datang bisa dilakukan dengan berbagai macam cara , diantaranya STS ( ship to ship ) , Tandem ( stern mooring ) , dan SPM ( single point mooring ) .
Layaknya sebuah kapal tanker besar , FSO dikepalai oleh orang orang ber latar belakang Marine dengan jabatan Superintendent dan dibantu oleh Mooring master / Loading Master .
Secara fisik FSO adalah sebuah kapal tanker raksasa , hanya fungsi saja yang membedakan nya . FSO tidak berlayar tetapi memiliki sertifikat yang sama diwajibkan atas sebuah kapal tanker .
Kedepannya negara kita akan membutuhkan lebih banyak FSO dikarenakan bertambahnya konsumsi minyak dan juga karena sifat FSO yang bisa dikatakan sebagai PORTABLE STORAGE ,  sehingga lebih mudah ketimbang membangun Kilang minyak di daratan . ( dari berbagai sumber-zah)



eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini