» » » Sandera WNI Lolos, Abu Sayyaf Ancam Penggal Kepala




ZAMBOANGA CITY, eMaritim.com – Lepasnya sandera WNI yang ditahan oleh militan Abu Sayyaf menuai ancaman dari kelompok yang diduga militan tersebut, mengancam akan memenggal kepala pemuda Filipina yag mereka culik di Sulu, jika permintaan uang tebusan tak dibayar.

Seperti dilansir Manila Times Kamis (18/8), militan sebelumnya mengajukan tuntutan uang tebusan untuk Patrick James Almodovar. Jika tak dipenuhi para militan mengancam akan membunuhnya pada 24 Agustus.

Dalam video yang dirilis Abu Sayyaf, Almodovar meminta pemerintah Filipina untuk menyelamatkan hidupnya dan membayar uang tebusan. Berbicara dalam dialeg Tausug, ia memohon pada Gubernur Totoh Tan dan Wali kota Jolo Kerkar Tan untuk membayar kepada Abu Sayyaf.

"Saya Patrick James Almodovar. Saya seorang Katolik, Gubernur Totoh Tan dan Wali kota Kerkar Tan dan kerabat saya, saya minta bantuan Anda untuk membebaskan saya dari penculik saya dan meminta satu juta peso dan jika mereka tak mendapat apa yang mereka tuntut, mereka akan memenggal kepala saya tepat pada pukul dua siang," kata Almodovar dalam video berdurasi dua menit itu.

Belum ada komentar dari polisi maupun militer Filipina terkait hal ini. Sebelumnya, dua sandera asal Indonesia yang diculik Abu Sayyaf berhasil meloloskan diri. Dilansir Malaysiakini, Juru bicara militer regional Mayor Filemon Tan mengatakan Mohammad Sofyan dan sandera kedua yang diidentifikasi bernama Ismail, ditemukan secara terpisah di kota Luuk, Pulau Jolo.

Sofyan pertama ditemukan mengambang dan terjebak di jaring ikan milik warga. "Korban melarikan diri dari para penculiknya yang mengatakan akan memenggal kepalanya," kata Tan seperti dilansir  oleh Republika.co.id..

Beberapa jam kemudian, tentara menemukan Ismail di daerah yang sama. Keduanya merupakan bagian dari tujuh awak kapal asal Indonesia yang diculik kelompok itu pada 20 Juni lalu. (Rhp)
(Sumber Foto: Istimewa/Ilustrasi)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini