» »Unlabelled » Krisis dunia perkapalan dikhawatirkan berlanjut

Jakarta 26 September 2016,emaritim.com

Bangkrutnya raksasa pelayaran Hanjin pada akhir Agustus 2016
meninggalkan badai panjang bukan hanya pada aset mereka berupa 66 kapal
yang ditinggalkan , tetapi juga ada sekitar 14,5 Milyard USD muatan yang
tidak terurus.Banyak pelabuhan pelabuhan besar di dunia yang ketakutan
bahwa Hanjin tidak akan bisa membayarkan hutang hutang mereka di
pelabuhan tersebut.
Yang mengerikan bahwa Hanjin tidaklah sendirian,bahaya ini juga
mengancam 12 perusahaan pelayaran terbesar dunia dimana 11 dari mereka
mengumumkan kerugian yang dahsyat di bulan berjalan tahun
2016.Dikhawatirkan jika kerugian terus berlanjut maka kemungkinan
bangkrut menjadi ancaman yang serius,di Jepang sendiri 3 perusahaan
raksasa mereka Mitsui OSK Lines,NYK Lines,dan Kawasaki Kisen
Kaishaseperti terlihat sangat rentan menghadapi badai krisis ini dan
sudah disarankan oleh pakar ekonomi negeri Sakura tersebut untuk merger
guna menghindari kemungkinan bangkrut.

Perusahaan yang lebih besar dan lebih kuat seperti perusahaan Prancis
CMA CGM (ketiga terbesar didunia)juga melaporkan kerugian besar di
semester pertama tahun 2016.Sementara perusahaan pelayaran terbesar
dunia Maersk Line mengalami kerugian semester pertama tahun ini akan
mencapai 107 Juta USD.Secara menyeluruh,industri perkapalan bisa
mengalami kerugian mencapai 10 Milyard USD dari pemasukan keseluruhan
sebesar 107 Milyard USD dalam tahun ini.

Beberapa aspek mempengaruhi keadaan ini diantaranya adalah over capacity
dari Fleet kapal kapal container itu sendiri yang sudah dimulai dari
pembangunan besar besaran di tahun 2011.Freight sebuah container untuk
jarak dari Eropa ke China sekarang ini hanya setengah dari harga normal
di tahun 2014.Hal lain yang mempengaruhi krisis ini tentu adalah
rendahnya harga minyak dunia yang berkepanjangan,semenjak 2014 harga
sewa kapal dan harga minyal sama sama terjun bebas dan belum ada tanda
tanda jelas untuk membaik.
Dunia pelayaran sudah berkali kali diterpa badai krisis,tetapi yang
sekarang terjadi jauh lebih berat dan lebih panjang dari yang sebelumnya
dan salah satu solusi mengatasi itu adalah dengan men scrap kapal kapal
yang relatif tua untuk mengurangi over capacity tersebut.

Berbagai kreasi dan antipasi dilakukan oleh perusahaan raksasa dunia
agar bisa hidup,bahkan pada tahun 2015 Maersk Line dan Mediterranean
Shipping Company meluncurkan 2M alias partnership diantara mereka berdua
untuk berbagi ruang muat diatas kapal.Hal tersebut juga dilakukan oleh
beberapa shipping company sebelumnya seperti P&O Nedlloyd untuk sama
sama menghadapi kerasnya bisnis perkapalan dan serbuan para macan asia.
Bagaimana strategi Perusahaan pelayaran Indonesia menghadapi krisis ini
dan juga dengan dibukanya pasar bebas ASEAN menjadi sesuatu yang menarik
ditunggu.(janno)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini