» » » Presiden RI Resmikan NPCT1




Jakarta, eMaritim.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo resmikan Pengoperasian Terminal Petikemas Kalibaru Pelabuhan Utama Tanjung Priok, didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim Republik Indonesia, Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Terminal Petikemas Kalibaru telah dioperasikan secara komersial pada tanggal 18 Agustus 2016. Terminal ini dioperasikan oleh Joint Venture (JV) Company antara IPC TPK dan Konsorsium Mitsui – PSA – NYK Line, yaitu PT New Priok Container Terminal One (NPCT1). Dengan adanya Terminal Petikemas Kalibaru maka kapasitas terminal petikemas di Tanjung Priok bertambah 1,5 juta TEUs/ tahun.

Terminal Kalibaru dibangun dalam rangka membangun kapasitas secara bertahap untuk mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas dan kargo Pelabuhan Tanjung Priok. Kapasitas penanganan petikemas Pelabuhan Tanjung Priok yang semula berkisar 5 juta TEUs/tahun pada tahun 2009-2010, ditanggulangi dalam jangka pendek dengan melakukan konfigurasi terminal, penambahan peralatan dan penataan pola operasi menjadi 7 juta TEUs/tahun. Dalam jangka panjang, kapasitas total Pelabuhan Tanjung Priok akan bertambah sebesar 11,5 juta TEUs/tahun setelah keseluruhan Terminal Kalibaru selesai.

Untuk memastikan kesiapan operasi, Terminal Petikemas Kalibaru telah melaksanakan sejumlah Uji Coba Operasi (Trial Operation) untuk Pelayaran Internasional dengan mendatangkan beberapa kapal, diantaranya Kapal Uni Perfect bongkar muat 425 box pada tanggal 3 Agustus 2016, Kapal MV. Leo Perdana bongkar muat 343 Box pada tanggal 2 Juli 2016 dan kapal MV. Sinar Sumba bongkar muat 783 box pada tanggal 27 Mei 2016. Ketiga uji coba tersebut merupakan tindak lanjut dari uji coba operasi pelayaran domestik yang dilaksanakan pada 28 Januari 2016 lalu dengan melayani MV Selat Mas bongkar muat 50 box.

Beroperasinya Terminal Petikemas Kalibaru secara komersial didukung oleh kesiapan operasional terminal petikemas, baik dari sisi infrastruktur, suprastruktur, maupun sistem informasi di sisi dermaga, lapangan dan gate, serta sinkronisasi proses pelayanan antara terminal dengan instansi-instansi pemerintah lain seperti Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina, maupun dengan para pelaku usaha logistik dan pemilik barang.

Peresmian ini turut dihadiri oleh mitra kerjasama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC melalui PT IPC TPK dalam pengoperasian Terminal Petikemas Kalibaru yang terdiri atas Mitsui & Co, Ltd. (“Mitsui”), PSA International Pte Ltd (“PSA”) dan Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (“NYK Line”) dan yang juga merupakan aliansi operator terminal dan pelayaran internasional. Turut hadir pula Komisaris PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Kepala Kantor Bea Cukai Pelayanan Kelas Utama Tanjung Priok, wakil dari instansi-instansi pemerintah, asosiasi-asosiasi pengguna jasa dan stakeholders kepelabuhanan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Terminal Petikemas Kalibaru memiliki luas lahan kurang lebih 32 Ha dan kapasitas sebesar 1,5 juta TEUs per  tahun. Dengan total panjang dermaga 450 meter saat ini (850 meter pada akhir 2016) dan kedalaman -14 meter LWS (akan dikeruk secara bertahap hingga -20 meter LWS). Terminal baru ini diproyeksikan untuk dapat melayani kapal petikemas dengan kapasitas 13 ribu – 15 ribu TEUs dengan bobot di atas 150 ribu DWT.

Sebagai bagian dari Pelabuhan Kalibaru, terminal ini dipersiapkan untuk  menerima kapal peti kemas generasi terkini. Terminal Petikemas Kalibaru merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan Fase 1A Terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal petikemas dan dua terminal produk. Pembangunan Fase 2 Terminal Kalibaru akan dilaksanakan setelah pengoperasian Fase 1 Terminal Kalibaru. Ketika keseluruhan proyek telah selesai, akan ada total tujuh terminal petikemas dan dua terminal produk dengan area pendukungnya yang memiliki total area 411 Ha.

Terminal Kalibaru merupakan bagian dari dukungan IPC terhadap program Nawa Cita yang menjadi pedoman Pemerintah dalam meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga Bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Di sisi lain, terminal ini juga diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor pelabuhan dan ekonomi sekaligus memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara maritim.

“Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, khususnya atas dukungan yang diberikan sejak awal pada pembangunan Terminal New Priok ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN beserta semua Kementerian terkait, maupun asosiasi-asosiasi, pengguna jasa dan semua pihak yang telah mendukung perusahaan dalam kegiatan pembangunan dan pengoperasian terminal ini. Bagi para pengguna jasa kami, Terminal Petikemas Kalibaru (New Priok Container Terminal 1) siap melayani kebutuhan pelayanan jasa kepelabuhanan khususnya untuk kargo petikemas. Diharapkan kehadiran Terminal Petikemas Kalibaru dapat turut memperlancar arus kapal dan barang dalam perdagangan domestik dan internasional. Ke depan kami akan membangun kapasitas, konektivitas dan integrasi logistik maritim. Besar harapan kami Terminal Petikemas Kalibaru juga dapat memperkuat rantai logistik Indonesia dan dunia serta mampu memperkuat daya saing dan perdagangan Indonesia di kancah dunia”, ungkap Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya.

Upaya perbaikan kondisi konektivitas Indonesia, termasuk dwelling time, Perusahaan juga mendukung berbagai inisiatif dan usaha pembenahan logistik maritim nasional. Sebagai salah satu upaya perbaikan mekanisme koordinasi antara operator pelabuhan dengan semua instansi terkait, dalam waktu dekat, Perusahaan juga akan melakukan Soft Launching penerapan INAPORTNET untuk pelayanan kapal dan Integrated Billing System (IBS) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Program INAPORTNET adalah inisiasi dari Kementerian Perhubungan yang bertujuan untuk mempercepat proses administrasi pelayanan kapal secara on-line antara Otoritas Pelabuhan dan Syahbandar dengan operator pelabuhan guna melayani para penguna jasa.
Integrated Billing System/Single Billing merupakan bagian dari program Kementerian BUMN untuk  mengintegrasikan Sistem Pelayanan Jasa Kepelabuhan di seluruh Pelindo I-IV untuk pengguna jasa secara on-line sehingga akan didapatkan sistem pelayanan yang terpadu dan efisien guna menekan biaya logistik. (Rhp)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini