» » » UPP Biringkassi Bangun Dua Dermaga di Pulau Sapuka dan Sailus

Pelabuhan Laut Sailus di Pulau Sailus, Kabupaten Pangkep, Sulsel | Istimewa
Pangkajene Kepulauan, eMaritim.com - Dua kepulauan terluar di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Pulau Sapuka dan Pulau Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya telah dibangun dua dermaga yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menunjang pelayanan, khususnya keselamatan pelayaran. Hal ini disampaikan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Biringkassi, Captain Kristina Anthon kepada wartawan.

Ia menuturkan, dermaga di Pulau Sapuka dilengkapi kantor, gedung terminal, sign post darat dan laut, fasilitas penerangan, penyulingan air laut menjadi air tawar serta gapura. Total anggaran dermaga di Pulau Sapuka sebesar Rp 1,4 miliar. Sementara di dermaga di Pulau Sailus, dibangun dermaga serta pos penjagaan dengan anggaran mencapai Rp 14,3 miliar.

“Kita sudah kunjungan ke sana (Pulau Sapuka dan Sailus), saya Kepala UPP Biringkassi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) harus memastikan dana belasan miliar itu dipergunakan sebagaimana mestinya,” terangnya, Rabu (29/11/2017), seperti dikutip Makassar Terkini.

Untuk memastikan penggunaan anggaran dilaksanakan dengan baik, Kristina mengaku terbuka kepada semua pihak termasuk Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan Daerah (TP4D). Walau jarak yang jauh dan ditempuh dengan pelayaran yang bergelombang cukup besar, namun tak menyurutkan semangatnya demi membangun dermaga ini.

“Kami gandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep untuk mengawasi pembangunan dermaga. Petugas kami juga mengawasi rekanan agar pembangunan dermaga di Pulau Sapuka dan Sailus ini sesuai dengan aturan,” ucapnya.

Ia menambahkan, kini pihaknya sedang menunggu proses serah terima dua unit dermaga tersebut dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke Kantor UPP Biringkassi.

Sebagai gambaran, Kecamatan Liukang Tangaya merupakan salah satu wilayah kepulauan terluar di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kecamatan ini berjarak lebih lebih dua ratus mil dengan waktu tempuh normal 24 jam dengan jalur laut.(*)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
World Maritime Day 2017: "Connecting Ships, Ports and People"

close
Banner iklan disini