» » » Bahaya Memasuki Tangki Diatas Kapal

Tuban, eMaritim.com

Kecelakaan fatal sampai ada korban meninggal dunia adalah catatan buruk untuk sebuah kegiatan, terlebih dunia pelayaran yang semestinya bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Sebagai media yang perduli dengan Keselamatan Pelayaran,  eMaritim.com membuat ulasan khusus Ahli Keselamatan Pelayaran Indonesia Capt. Toga Asman Panjaitan M.Mar, atas kecelakaan di dalam tangki kapal Alpine Marine 12.

Mengenali desain ruang tertutup.
Jika kita memperhatikan desain dari ruang tertutup, kita dapat memberi pengertian apa itu yang dimaksud dengan ruang tertutup (Sebagai contoh; kita ambil peristiwa yang terjadi di atas);
  • Tanki tertutup secara total. 
  • Tanki didesain bukan untuk hunian orang secara terus menerus. 
  • Tanki memiliki akses masuk dan keluar sangat terbatas. 

Mengenali Resiko pad ruang tertutup
  1. Resiko Penipisan Oksigen
Atmosfer kering memiliki komposisi kandungan berbagai jenis gas, yaitu; 21% Oksigen, 78% Nitrogen, 0.93% Argon, 0.03% Karbon dioksida, 0.003% gas-gas lainnya (Neon, Helium, Metana, Kripton, Hidrogen, Xenon, Ozon dan Radon).
Manusia memerlukan komposisi oksigen dengan kandungan 21% untuk pernafasan normal. Pada Pernafasan normal, manusia akan menghirup oksigen dan mengehemnbuskan karbon dioksida.
Atmosfer pada ruang tertutup mungkin kekurangan oksigen atau kaya oksigen dan atau mengandung gas/uap yang mudah terbakar dan atau beracun.
Dalam ulasan ini, memperhatikan peristiwa yang terjadi pada Tug Boat Alpine Marine 12 tersebut, kami membatasi kandungan oksigen hanya dalam kekurangan oksigen dan gas atau uap yang beracun.
Penipisan oksigen dapat terjadi karena ketinggian dari permukaan tanah, namun pada ruang tertutup, penipisan oksigen juga dapat terjadi.
Prinsipnya, manusia memerlukan kandungan oksigen sebesar 21% untuk jadi asupan kehidupan sel-sel tubuh. Kandungan oksigen ini dibawa darah ke sel-sel tubuh, sehingga sel – sel tubuh hidup dan berfungsi dengan baik.
Ketika tingkat kandungan oksigen yang menjadi asupan ini terlalu rendah, sel-sel tubuh tidak berfungsi dengan normal. Nafas akan tersengal, terjadi peningkatan energi dan gangguan pada fungsi jantung dan otak.
Penipisan kandungan oksigen pada ruang tertutup dapat disebabkan beberapa alasan;
  • Pemindahan udara dengan gas lain
  • reaksi kimia (membusuknya bahan organik, pengerasan logam, dll)
  • Ruang tertutup menjadi ruang lembab sehingga udara diserap ke permukaan baja atau besi.

2. Atmosfer beracun
Atmosfer beracun dapat mengakibatkan luka akut, ketidaksadaran bahkan kematian. Atmosfer beracun terjadi karena ada atau masuknya zat berbahaya.
Didalam ruang tertutup atmosfer yang terkandung didalamnya menjadi atmosfer beracun. Ini disebabkan karena beberapa alasan ada atau masuknya zat berbahaya;
  • Tersisa dari pengolahan atau penyimpanan sebelumnya
  • Timbul dari gangguan lumpur atau endapan lainnya
Memasuki ruang tertutup
Pemahaman enclosed space tersebut, harus diikuti dengan tindakan atau prosedur tepat dan diperlukan ketika akan memasuki tanki tertutup. Identifikasi dan evaluasi semua bahaya dan potensi bahaya yang ada.
  1. Pengujian kualitas atmosfer
Sebelum memasuki tanki tertutup, perlu dilakukan pengujian kualitas atmosfer yang ada didalam tanki. Pengujian dilakukan dengan peralatan multi gas yang senantiasa di kalibrasi dan dipelihara dengan benar.
Pengujian dilakukan dari area luar tanki tertutup terhadap seluruh ruang tanki. Dari sisi ke sisi dan bagian atas ke bawah.
Sampel pengujian harus dapat menunjukan;
  • a. Ruang tertutup harus memiliki kandungan oksigen yang aman yang diperlukan  (21%)
  • Bersihnya ruang tertutup dari atmosfer berbahaya (gas beracun, atmosfer yang mudah terbakar)
  • Peralatan ventilasi harus beroperasi dengan benar
Harus diingat !!, Ruang tertutup yang belum dilakukan pengujian, harus dianggap tidak aman bagi orang untuk masuk.
2. Tindakan berhati-hati selama masuk ke ruang tertutup
Selama memasuki tanki tertutup, atmosfer dalam tanki harus selalu diuji. Ketika diindikasikan terjadi kemunduran kondisi, personil yang berada pada tanki tertutup harus segera meninggalkannya. Untuk itu, personil yang kan memasuki tanki tertutup harus dilengkapi dengan detektor multi gas yang berfungsi untuk memantau kadar oksigen, karbon monoksida dan gasa lainnya yang terkalibrasi, teruji dan terawat dengan benar.
Ventilasi atau peranginan untuk sirkulasi atmosfer harus selalu beroperasi selama memasuki tanki tertutup, termasuk selama istirahat keluar dari tanki. Ketika selesai istirahat keluar dari tanki tertutup, pengujian ulang harus di lakukan sebelum kembali memasuki tanki.
Jika terjadi kegagalan ventilasi atau peranginan, personil yang menempati ruang tertutup harus segera meninggalkan tanki tertutup.
Ada kemungkinan kondisi diluar kondisi lain yang mempengaruhi atmosfer yang telah dinyakatan bersih akan terkontaminasi dengan racun kembali, untuk menjamin keselamatan maka personil yang masuk ke dalam tanki setidaknya harus menggunakan personnel protective equipement, seperti; chemical suits, dan breathing apparatus dan personil tersebut juga diperlengkapi dengan life line yang nyaman sebagai alat komunikasi non-verbaldan penunjukan posisi selain handy talkie.
Selain itu, di luar tanki tertutup harus ada personil yang standby untuk berkomunikasi dan memantau secara terus menerus personil yang menempati tanki tertutup. Pada area ini, peralatan pertolongan pertama juga harus dipersiapkan, seperti; peralatan rescue dan resuscitation.
*saran:
  • Perusahaan harus menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk memasuki ruang tertutup seperti uraian di atas
  • Perusahaan harus memiliki prosedur untuk memasuki ruang tertutup
  • Awak kapal  harus senantiasa secara terjadwal melakukan pelatihan memasuki ruang tetutup.
  • Perusahaan harus dapat meyakini awak kapal mampu untuk mempergunakan semua peralatan yang tersedia tersebut
  • Di kapal, harus ada ijin untuk memasuki ruang tertutup. (jan) 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini