» » Ventilation System dan Fire Damper, Fatal kah?

Jakarta, eMaritim,com - Bagi sebagian besar engineer dikapal, mungkin kurang begitu memperhatikan dengan benda yang bernama “Fire Damper” maupun “ Ventilation Flap dimana dua benda tersebut erat kaitannya dengan sistim ventilasi di Engine room.
Seperti apa fungsi kedua benda itu, yang ternyata dapat berakibat fatal apabila tidak berfungsi dengan semestinya.
Sistem ventilasi di atas kapal berhubungan dengan udara luar kapal dimana udara luar itu dihisap oleh Blower dan ditekan melalui Main Air Ducting yang kemudian dibagi bagi sesuai kebutuhan diseluruh Engine Room.
Semakin banyak udara yang dibutuhkan makin besar pulalah ukuran dari pada Blower Unit yang dipakai dan outlet point nya pun akan semakin banyak pula.
Sedangkan Fire Damper hanya berfungsi sebagai ducting dan  penyekat yang bisa ditutup atau dibuka dengan handle bila terjadi suatu .
Misalnya terjadi kebakaran di Engine Room dan diputuskan untuk mengaktifkan CO2 system maka seluruh ventilation system akan dimatikan dan juga seluruh Fire Damper didalam Engine Room juga ditutup baru kemudian CO2 system diaktifkan dan apabila ada Fire Damper yang  masih dalam keadaan terbuka maka pemadaman akan  menjadi sia sia karena Gas CO2 yang akan disemprotkan melalui instalasi CO2 Nozzle akan keluar melalui fire damper yang terbuka.

Contoh lainnya adalah kebakaran yang terjadi didalam ruang Purifier dimana dalam ruangan Purifier itu terdapat banyak sek ali lelehan bahan bakar baik HFO maupun MDO .

Maka pada saat diputuskan untuk memadamkan api dengan instalasi CO2 ( dengan pertimbangan menggunakan APAR &  FOAM sudah tidak mampu memadamkan) maka sebelum CO2 dioperasikan harus pula dipastikan bahwa udara yang masuk dan keluar juga tidak ada lagi, bisa dibayangkan bila tidak kedap maka sia sia sajalah pemadaman itu. Itulah mengapa benda kecil yang tidak ada artinya ini dapat menjadi penolong ataupun penyumbang terbesar yang membantu menentukan terjadinya kebakaran yang dahsyat.

Hal hal apa saja yang perlu dilaksanakan dalam menangani  Ventilating System dan Fire Damper agar kejadian darurat seperti diatas dapat dihindari ?
Ini jawabannya :

1. Fire damper/ air ducting yang ter dapat didalam Fire and Safety Plan harus jelas indikasinya ,misalnya Fire Damper ini untuk mengcover area yang mana saja diatas kapal.

2. Demikian pula dengan ventilasi itu pun harus diberi tanda seperti pada fire damper pada point 1.

3. Handle dan Stopper  harus selalu  berfungsi dengan baik dan lancar.

4. Perwira yang telah ditunjuk  sebagai yang orang yang  bertanggung jawab  untuk melaksanakan perawatan dan pemeriksaan secara berkala harus melaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

5. Prosedur untuk pelaksanaan test ataupun kegiatan pemeliharaan hendaknya dicantumkan didalam PMS ( Plan Maintenance System ) dan SMS ( Ship Mansgement System ) kapal.

6. Posisi Open atau Close harus diberi tanda dengan jelas.

7. Didalam Training Manual kapal harus dijelaskan secara jelas pengoperasian dan kegunaan dari Fire dan Smoke damper.

8. Pemeriksaan dan pengoperasian dari Fire Damper serta Ventilation System harus selalu dilakukan dalam skenario Fire Drill.

Sebagai info tambahan , Ventilasi dan Fire Damper tercantum didalam artikel di SOLAS , yang artinya walaupun benda ini terlihat kecil dan tidak berarti tetapi dapat berakibat fatal.( Adiely Nduru )

Free konsultasi hubungi wa dibawah

 Free Engineering Consultant

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini