» » Perwira Pelayaran Niaga Sudah Menjadi Duta Pancasila Selama Puluhan Tahun

eMaritim.com, 1 Juni 2018

Nasionalisme Pelaut

Sampai di akhir pemerintahan Orde Baru, setiap kali penerimaan siswa baru, dari SD sampai perguruan tinggi, apalagi bagi calon pegawai negeri, ada menu wajib yang harus dilalui. Yaitu penataran P4. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila sebagaimana dirumuskan dalam TAP MPR No.II/1978. Ada penataran P4 pola 10 jam sampai 100 jam. 

Tidak ketinggalan Sekolah-sekolah pelayaran jaman orde baru mengharuskan para calon lulusannya untuk mengambil program 100 jam, karena diharapkan setelah lulus dan menjadi perwira kapal diseluruh bagian dunia mereka akan jadi duta Pancasila. 

Para perwira kapal niaga yang sekarang berusia 40 tahun keatas, sudah menjadi duta Pancasila jauh sebelum era Jokowi. Kecintaan mereka kepada NKRI tidak perlu diragukan, karena mereka dididik salah satunya sebagai  reserve dari angkatan laut jika negara membutuhkan. 

Patung Soekarno di Pulau Ende saat menggagas tentang Pancasila. 

Materi penataran itu paling tidak merupakan penyampaian pengetahuan mengenai P4, UUD 45 dan GBHN. Juga kebijakan pemerintahan. Atau keberhasilan pembangunan pemerintahan masa itu. Atau sudahkah peserta penataran menghafalkan 36 butir Pancasila sekaligus mengamalkannya.

Menurut pemerintah penataran P4 bisa disebut sebagai semacam ‘opstib mental’, semacam persuasi. Sistim demokrasi selalu mengenal persuasion dan coercion, bujukan dan paksaan, yang merupakan dua sayap dari satu ide. Dan penataran P4 inilah merupakan persuasionnya. Dan setelah ditatar, orang jadi lebih tahu tentang Pancasila sudah sesuai dengan Pancasila atau belum selama tindakannya.(capt. Zaenal A Hasibuan) 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini