» » » Potret Angkutan Sungai di Indonesia

eMaritim.com, 26 Juli 2018


Moda angkutan kapal di sungai-sungai Indonesia selepas tragedi KM Sinar Bangun yang menewaskan ratusan penumpang masih belum banyak berubah. Hal yang menyebabkan ini adalah salah satunya adalah karena akses yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan kurang tersentuh oleh pemerintah.

Responden eMaritim di Banjarmasin pada Rabu 25 Juli 2018 mengamati bahwa angkutan manusia menggunakan kapal kayu yang menjadi angkutan utama di kota seribu sungai itu masih belum teratur seperti tampak dalam gambar yang dikirimkan.

Masih banyak masyarakat dan pengemudi kapal yang tidak menyadari arti kelebihan beban,  ataupun bahayanya berat muatan di posisi yang tinggi diatas kapal. Keadaan seperti ini sangat rentan mengakibatkan kapal terbalik, apabila mendapat ombak yang datang dari samping.


Untuk ukuran kapal kecil,  ombak yang diakibatkan oleh kapal besar yang lewat didekatnya saja sudah sangat membahayakan. Kecelakaan ini sering terjadi apabila saat berpapasan kapal besar, mesin kapal kayu tersebut mati dan pengemudi tidak bisa mengarahkan haluan kapal karena hal tersebut. Yang berakibat ombak dari kapal besar memukul sisi lambung kapal kayu.

Dengan muatan berlebih atau memuat manusia diatas atapnya kapal tersebut mudah oleng dan bisa mengakibatkan terbaliknya kapal.

Masih dibutuhkan usaha keras dan secara serentak, tidak hanya petugas dermaga tapi lebih kepada para pemilik kapal kayu dan masyarakat pengguna jasa.(jan)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini