Apa itu Hazard Hunting?
Hazard Hunting adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi potensi bahaya (hazard) di lingkungan kerja sebelum bahaya tersebut menyebabkan insiden atau kecelakaan.
Dalam dunia pelayaran, hazard hunting menjadi bagian penting dari sistem manajemen keselamatan kapal (Safety Management System/SMS) sesuai standar ISM Code (International Safety Management) dan seyogyanya sesering dapat dilakukan saat Safety Meeting.
🚢 Definisi dalam Konteks Keselamatan Pelayaran:
Dalam pelayaran, Hazard Hunting berarti mencari, mengenali, dan mencatat potensi risiko atau kondisi tidak aman yang bisa membahayakan:
-
Kru kapal
-
Penumpang
-
Kapal
-
Lingkungan laut
Tujuannya adalah untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi.
🎯 Tujuan Hazard Hunting di Kapal:
-
Meningkatkan kewaspadaan kru terhadap kondisi bahaya.
-
Mencegah terjadinya kecelakaan kerja, kebakaran, pencemaran, dan kerusakan kapal.
-
Membangun budaya keselamatan (safety culture) di atas kapal.
-
Menjadi bagian dari kegiatan preventif dalam sistem ISM Code.
🔎 Contoh Hazard Hunting di Kapal:
Area | Potensi Bahaya (Hazard) | Deskripsi |
---|---|---|
Deck Area | Permukaan licin | Bisa menyebabkan terpeleset atau jatuh |
Mesin | Kebocoran oli/bahan bakar | Risiko kebakaran atau ledakan |
Tangga & Lorong | Penerangan kurang | Risiko tersandung atau terjatuh |
Kamar Mesin | Alat pelindung telinga tidak digunakan | Risiko gangguan pendengaran |
Ruang Muatan | Barang tidak ditambatkan dengan baik | Risiko tertimpa atau kerusakan muatan |
🛠️ Langkah-Langkah Hazard Hunting di Kapal:
-
Observasi Langsung
Kru melakukan inspeksi visual di area-area kerja. -
Identifikasi Bahaya
Mencatat segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan cedera atau kerusakan. -
Pencatatan Temuan
Mengisi formulir hazard report atau safety observation card. -
Analisis dan Penilaian Risiko
Menentukan tingkat risiko (rendah, sedang, tinggi) berdasarkan kemungkinan dan dampak. -
Tindakan Korektif dan Pencegahan
Melakukan perbaikan, pelaporan ke perwira atau Safety Officer, dan dokumentasi. -
Pelaporan dan Tindak Lanjut
Dikirim ke Safety Management Office atau dimasukkan ke sistem pelaporan kapal.
📋 Peran Hazard Hunting dalam ISM Code:
ISM Code mewajibkan perusahaan pelayaran dan kapal untuk:
-
Melakukan identifikasi risiko secara aktif,
-
Menerapkan prosedur pelaporan bahaya,
-
Mendorong partisipasi semua kru dalam meningkatkan keselamatan kerja.
Hazard Hunting menjadi bagian nyata dari continuous improvement (perbaikan berkelanjutan) dalam sistem manajemen keselamatan kapal.
👨✈️ Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Seluruh kru kapal – memiliki kewajiban moral dan profesional untuk melaporkan bahaya.
-
Safety Officer / Chief Officer – biasanya memimpin inspeksi rutin.
-
Nahkoda (Master) – memiliki tanggung jawab utama atas implementasi dan tindak lanjut.
✅ Catatan:
Hazard Hunting adalah upaya proaktif untuk mencegah kecelakaan di kapal.
Ini adalah bentuk budaya keselamatan yang mengajak setiap individu di atas kapal untuk peduli, waspada, dan bertindak cepat terhadap potensi bahaya—sebelum menjadi insiden nyata.