Beberapa Pokok Pikiran yang Disampaikan pada Indonesia Supply Chain Management Summit

Iklan Semua Halaman

Beberapa Pokok Pikiran yang Disampaikan pada Indonesia Supply Chain Management Summit

Pulo Lasman Simanjuntak
Jumat, 17 April 2015

foto :illustrasi/google.com/emaritim.com

Jakarta,eMaritim.Com,-Sehubungan diadakannya   Indonesia supply chain management summit di Jakarta , Selasa ( 14/4/2015) ,maka disampaikan  beberapa pokok pikiran selama ini  yang dijadikan bahan diskusi.

 Berikut  di-refresh point-point  yang pernah dijadikan bahan diskusi menindak lanjuti pertemuan beberapa kolega di Jakarta pada  18 Februari 2015 lalu , untuk membahas sikap perusahaan pelayaran
dalam kaitannya dengan penurunan harga minyak global dan  permintaan oil / gas company agar perusahaan pelayaran menurunkan daily charter rate .

Berikut adalah pokok-pokok bahasan yang berhasil dihimpun dan dapat dikembangkan untuk kebaikan semua pihak , disamping hal-hal lain yang menjadi concern bersama .

1. Oil / gas company meminta perusahaan pelayaran untuk menurunkan DCR  saat harga minyak dibawah 50 US$       dengan varian dan cara yang berbeda untuk masing-masing perusahaan .

2. Klausul negosiasi ataupun re-negosiasi  diberlakukan ditahapan tender , tetapi tidak dithapan dimana kapal / floating subject sudah mendapatkan kontrak / melakukan pekerjaannya.      Untuk tahap yang disebutkan belakangan  , klausul yang bisa diberlakukan adalah early termination option yang harus didukung oleh justifikasi yang sangat kuat .

3.  Untuk menunjukkan good will sebagai mitra kerja yang baik , permintaan penurunan harga bisa disepakati dengan dasar untuk kebaikan bersama seperti skema sebagai berikuit ( ilustrasi ):
      - Perusahaan pelayaran bersedia menurunkan harga sebanyak ..5... % dari DCR  , untuk harga minyak dunia ( brent ) dibawah ..50.... US$ / barrel ,
         Jika harga minyak dunia berada dibawah  40....US$ / barrel maka penurunan harga yang bisa disepakati adalah ..10......% dari DCR .
        Untuk keadaan dimana harga dunia mencapai ...60.......US$ , maka DCR akan dikembalikan ke harga inisialnya .

4. Tambahan untuk klausul 3 , dimana perusahaan pelayaran sudah menurunkan DCR ............% dari insial DCR  .

     Agar menjaga bussiness tetap dalam keadaan sehat  klausul penalty untuk keadaan dimana kapal / floating subject out of service , sebaiknya di diskusikan kembali .

Adapun hal2 lain yang tidak berhubungan langsung dengan harga minyak dunia saat ini , tetapi menjadi concern bersama selama ini adalah :

1. Besaran penalty 5% dari nilai kontrak tidak berbanding equal dengan HSE incentive sebesar 1 % .
    breakdown rate
sebenarnya sudah cukup memberikan efek jera kepada sebuah perusahaan  pelayaran yang gagal melaksanakan tugasnya .

   
Sewajarnya porsi STICK and CARROT adalah equal.

    
Diharapkan akan ada pertemuan-pertemuan lebih lanjut untuk menyamakan persepsi mengenai beragam hal yang berkaitan dengan marine offshore bussiness .

Demikian rilis disampaikan oleh Capt.Zaenal Arifin Hasibuan dari PT.Mitra Samudera Sejati untuk redaksi eMaritim.Com di Jakarta, Jumat sore (17/4/2015).(pulo lasman simanjuntak)