Tim Reformasi Tata Kelola Migas Beberkan "Kecurangan" Anak Usaha Pertamina Petral

Iklan Semua Halaman

Tim Reformasi Tata Kelola Migas Beberkan "Kecurangan" Anak Usaha Pertamina Petral

Pulo Lasman Simanjuntak
Kamis, 02 April 2015
Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri, yang sekarang menjadi Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas.

Jakarta,eMaritim.Com,- Tim Reformasi Tata Kelola Migas beberkan "kecurangan" anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni Pertamina Trading Limited (Petral).

 Hal tersebut terungkap, ketika Ketua Tim Anti Mafia Migas ini, Faisal Basri dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkunjung ke kantor Petral yang berada di Singapura.

Faisal mengungkapkan, kecurangan pertama Petral adalah, telah mengamankan mayoritas kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) berikut minyak mentah impor yang dibutuhkan Indonesia.

"Ketika fungsi Petral dialihkan ke Integrated Supply Chain, Petral buru-buru melakukan pengadaan BBM dengan tenor enam bulan, padahal umumnya hanya tiga bulan," ungkapnya, di Kantor Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Rabu (1/4/2015) seperti disiarkan oleh kompas.com.

Selain itu, Faisal bilang, ada hal yang tidak wajar pada pendapatan atau gaji Presiden Petral yang pada saat itu menjabat yaitu Bambang Irianto mencapai 44.000 dollar Singapura dengan jumlah pesangon (severance payment) yang fantastis di angka 1.195.508 dollar Singapura.


 "Saat saya tanya gaji Direktur Utama Pertamina saja jauh di bawah itu," ucapnya.

Malahan, tak kalah mengejutkan dari gaji, kata Faisal, Petral juga mengoleksi sertifikat berharga berupa surat utang (global bond) Pertamina yang diketahui merupakan induk usahanya.

“Dengan kata lain pendapatan (sebagian) Petral berasal dari bunga yang dibayarkan induk perusahaannya sendiri. Ini yang aneh. Saya tegaskan lagi Petral tak perlu cari-cari tahu lah kenapa Faisal bisa tahu ini (global bond),” katanya. (siman/juntak/lasman)