Pemerintah Tugaskan PELNI Evakuasi Warga Terdampak Tsunami Selat Sunda

Iklan Semua Halaman

Pemerintah Tugaskan PELNI Evakuasi Warga Terdampak Tsunami Selat Sunda

Rabu, 26 Desember 2018
Jakarta, eMaritim.com –  PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mendapat penugasan dari Kementerian Perhubungan untuk  membantu evakuasi warga Pulau Sebesi (20 mile dari Bakauheni, 6,5 mile dari Pulau Krakatau) Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Ada sekitar 1.000 penduduk di Pulau Sebesi, pulau terpencil di Lampung  yang perlu diungsikan  ke daerah yang lebih aman di Bakauheni, Lampung.

KM Sabuk Nusantara 66 yang berangkat Selasa (25/12) pukul 21.00 malam dari Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi salah satu kapal yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan evakuasi tersebut. Kapal akan tiba di Pulau Sebesi Rabu (26/12) sekitar pukul 06.00. Setelah menurunkan bantuan kemanusiaan dari PELNI Grup untuk korban tsunami Selat Sunda di Pulau Sebesi, kapal akan berangkat menuju Bakauheni Rabu (26/12) pukul 09.00 dan tiba pukul 13.00. Kapal kembali ke Pulau Sebesi,  dari Bakauheni pukul 22.00 dan tiba Kamis (27/12) pukul 02.00. Berangkat kembali dari Pulau Sebesi pukul 09.00 tiba di Bakauheni pukul 13.00. Selanjutnya kapal akan kembali ke Sunda Kelapa, Jakarta Kamis (27/12) pukul 20.00 tiba Jumat (28/12) pukul 08.00 WIB.  

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Ridwan Mandaliko mengatakan selain untuk evakuasi warga, KM. Sabuk Nusantara 66 juga dipergunakan untuk mengangkut barang bantuan dari Kementerian Perhubungan dan PELNI Grup (PT PELNI (Persero), RS PELNI, PT SBN, dan PT PIDC). Bantuan berupa beras, gula, susu dewasa, susu bayi, minyak goreng, mie instan, selimut, air kemasan dan aneka biskuit. “Kami mohon maaf kepada pelanggan PELNI di Kepulauan Seribu KM. Sabuk Nusantara 66  diperbantukan sementara  sejak Rabu (26/12) hingga Jumat (28/12),” terang Ridwan Mandaliko.

Pemberangkatan KM. Sabuk Nusantara 66 dari Pelabuhan  Sunda Kelapa ke Pulau Sebesi dihadiri Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Capt. Wisnu Handoko, KSOP Sunda Kelapa, Direktur Utama PT PELNI (Persero) Insan Purwarisya L. Tobing, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT PELNI (Persero)  OM. Sodikin, Direktur Utama PT SBN Suharyanto, Direktur Utama PT PIDC  Effendi, Kepala Cabang PELNI Tanjung Priok Masrul Khalimi dan pejabat  lainnya.

Kementerian Perhubungan, lanjut Ridwan menginstruksikan kepada PELNI untuk melakukan deviasi KM. Sabuk Nusantara 66 ke Pulau Sabesi, pulau terpencil di wilayah Lampung Selatan untuk evakuasi warga. Sembari mengirim kapal,  melalui program PELNI Peduli, perusahaan mengirimkan bantuan yang dibutuhkan warga dalam keadaan darurat. “PELNI memanfaatkan pengiriman kapal untuk sekaligus membantu warga dengan mengirim sembako dan kebutuhan lain dari PELNI Grup. Kami telah koordinasi langsung dengan Sekretaris Desa di Pulau Sebesi,” tutup Ridwan. (*)