Pemerintah Kembali Siapkan Transportasi Air di Danau Toba

Iklan Semua Halaman

ADS

Pemerintah Kembali Siapkan Transportasi Air di Danau Toba

Minggu, 03 Maret 2019
Samosir, eMaritiim.com - Kapal KMP Ihan Batak  300 Gross Tone (GT) yang sudah dilambungkan di perairan Danau Toba Sumatera Utara sejak Desember 2018, Sabtu (2/3/2019) diresmikan pengoperasiannya oleh Menko Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Selain itu pemerintah juga kembali menjanjikan satu unit kapal sejenis  (ro ro)dan bus air untuk memperlancar kegiatan transportasi masyarakat sekitar Danau Toba dan Pulai Samosir

Kapal dengan kapasitas angkut
280 orang dan 32 unit  kendaraan campuran setiap harinya melayani 8 trip itu  dibangun dengan biaya murni  APBN dan pengoperasiannya dipercayakan kepada PT ASDP Indonesia Ferry untuk melayani masyarakat dilintasan
Pelabuhan Penyeberangan Ajibata  - Ambarit  Toba Samosir.

Berangkat dari Pelabuhan Penyeberangan Ajibata, di Toba Samosir pukul 08.00 WIB, pukul 11.00 WIB, pukul 14.00 WIB dan pukul 17.00 WIB. Sebaliknya, jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Penyeberangan Ambarita, Pulau Samosir pukul 09.30 WIB, pukul 12.30 WIB, pukul 15.30 WIB dan terakhir pukul 18.30 WIB.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, sejak peluncuran awal KMP Ihan Batak pada 27 Desember 2018, antusiasme pengguna jasa sangat tinggi dengan kehadiran kapal berukuran 300 Gross Tonage (GT) yang dibangun pertama kali oleh Kementerian Perhubungan di Kawasan Danau Toba tersebut.

"Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemerintah kepada ASDP dalam mengoperasikan KMP Ihan Batak untuk melayani lintas penyeberangan antar kabupaten yang menghubungkan Kabupaten Toba Samosir, dengan Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara yang berjarak 9 mil. Tentu ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, aman, dan nyaman sangat didambakan oleh masyarakat dalam mobilitas sehari-hari," tutur Ira.

 Respon positif atas layanan KMP Ihan Batak diungkapkan sejumlah pengguna jasa di kawasan Danau Toba, dan ASDP berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang kini semakin nyaman, aman dan selalu memprioritaskan aspek keselamatan.

KMP Ihan Batak dibangun Kementerian Perhubungan dengan biaya APBN selama dua tahun oleh PT Dok Bahari Nusantara di Desa Parparean II Porsea Tobasa

Dalam mendukung program KSPN Wilayah Danau Toba, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan pembangunan sarana dan prasana penyeberangan.

 Selain KMP Ihan Batak, akan dibangun 2 unit tambahan kapal Ro-ro dan 1 unit Bus Air yang nantinya akan beroperasi di Danau Toba. Sedangkan untuk prasarana juga dibangun pelabuhan penyeberangan di 8 Lokasi pelabuhan utama (Ajibata, Ambarita, Simanindo, Tigaras, Muara, Balige, Tongging dan Marbun Toruan).

Tarif yang dikenakan untuk pejalan kaki dewasa sebesar Rp 9.000,-, diikuti tiket anak sebesar Rp 6.000,-

Adapun tarif tiket kendaraan yang dikenakan sebagai berikut:
Gol I (sepeda dayung) Rp 13.000,-
Gol II (sepeda motor) Rp 22.000,-
Gol III (becak, sepeda motor 500 cc ke atas) Rp 45.000,-
Gol IV (minibus/sedan) Rp 135.000,-
Gol IV (Pick Up) Rp 120.000,-
Gol V (bus sedang) Rp 287.000,-
Gol V (colt diesel 5-7 m) Rp 234.000,-
Gol VI (Bus besar) Rp 487.000,-
Gol VI (Fuso 7-10 meter) Rp 384.000,-
Gol VII (Tronton) Rp 483.000,-
Gol VIII (Trailer) Rp 715.000,-
Gol IX (Trailer diatas 16 m) Rp 1.065.000,-

"Dengan adanya KMP Ihan Batak ini, diharapkan tidak hanya
memperlancar konektivitas antarpulau, tetapi juga meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan Danau Toba " (*/hp)