Berapa Lama Kapal Atau Tongkang Kandas Bisa Bertahan Sebelum Hancur di Laut Selatan ?

Iklan Semua Halaman

Berapa Lama Kapal Atau Tongkang Kandas Bisa Bertahan Sebelum Hancur di Laut Selatan ?

Senin, 22 Juli 2019

Berapa lama sebuah kapal atau tongkang kandas di Pantai Selatan Jawa bisa bertahan, sebelum hancur berkeping-keping?

Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab dan dibayangkan bagi yang tidak pernah terlibat langsung dalam proses evakuasi di laut yang tersohor ganas tersebut.

(Video Tongkang BATANG, kandas di Bayah 16 Juli 2019)

Dari pengalaman penulis menangani kejadian tersebut, hal itu ditentukan oleh jenis pantai dimana tongkang atau kapal itu kandas. Apabila pantainya berbatu, dalam hitungan jam saja kapal atau tongkang akan hancur berubah tanpa bentuk. Sementara apabila pantai berpasir, dalam hitungan hari maka konstruksi kapal atau tongkang akan mulai bengkok dan patah yang membuat proses evakuasi berjalan sangat rumit.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan proses evakuasi itu sendiri, dimana umumnya waktu yang dibutuhkan sejak kapal atau tongkang mengalami kecelakaan sampai datangnya tim salvage untuk menyelamatkan adalah sekitar 25 hari.

Proses itu dimulai dari; Laporan Nakhoda ke Syahbandar dan pemilik, laporan pemilik ke asuransi, asuransi mengirim surveyor, surveyor melakukan kunjungan, surveyor membuat laporan, lelang jasa salvage, negosiasi, pemilihan pemenang jasa salvage, pengurusan ijin salvage (sekitar 14 hari), mobilisasi tim salvage, ijin pengawasan syahbandar lokal, laporan ke Polair, laporan ke TNI AL terdekat, laporan ke Lurah dan aparat desa, baru dimulai pekerjaan awal salvage tersebut.

Khusus untuk di Laut Selatan Jawa, biasanya baru sampai tahap laporan pemilik ke asuransi, kondisi kapal atau tongkang sudah hancur terlebih dahulu. Siapa yang dirugikan? Tentu banyak pihak, memang sudah saatnya melaksanakan perlindungan nasib pelaut dan lingkungan maritim di daerah-daerah rawan seperti pantai selatan Jawa.