Bongkar Muat Komoditas Impor Pelabuhan Tanjung Priok Dipuncaki Negara Tiongkok

Iklan Semua Halaman

Bongkar Muat Komoditas Impor Pelabuhan Tanjung Priok Dipuncaki Negara Tiongkok

Rabu, 11 September 2019
 
Jakarta, eMaritim.com - Selama 1 semester sejak bulan Januari-Juni 2019 pelabuhan yang terdapat di Provinsi DKI Jakarta (Pelabuhan Tanjung Priok) masih menjadi tempat bongkar barang impor utama di Indonesia dengan porsi sebesar 51,79 persen (42.558,4 juta Dolar AS).

Nilai impor mencapai 10.254,9 juta  dolar AS pada Juni 2019,  turun 30,55 persen (4.511,2 juta Dolar AS) dibanding bulan sebelumnya. Sementara,  volumenya turun 21,30 persen menjadi 11.495,5 ribu ton. Nilai impor Juni 2019 terdiri dari impor migas 1.713,1 juta Dolar AS dan nonmigas 9.782,4 juta Dolar AS.

Demikian dikutip dari siaran resmi BPS di Jakarta, kemarin.  Dari keseluruhan nilai impor Januari-Juni 2019, negara asal utama ditempati Tiongkok 20.804,4 juta Dolar AS (25,32 persen), diikuti oleh Singapura USD8.018,8 juta (9,76 persen), dan Jepang USD7.663,4 juta (9,33 persen).

Selanjutnya, jika  dilihat dari golongan penggunaan barang ekonomi, masih didominasi impor bahan baku/penolong sebesar USD61.586,1 juta (75,06 persen), diikuti barang modal USD14.027,0 juta (15,75 persen), dan barang konsumsi USD7.420,3 juta (9,03 persen).

Menurut golongan barang SITC (Standard International Trade Classification) 1 dijit, kelompok barang utama impor adalah kelompok mesin dan alat angkutan dengan nilai USD26.050,0 juta (31,70 persen).