Menhub : Optimalisasi Pengembangan Pelabuhan Kaiman Papua Habiksan Dana Rp24 Miliar

Iklan Semua Halaman

Menhub : Optimalisasi Pengembangan Pelabuhan Kaiman Papua Habiksan Dana Rp24 Miliar

Senin, 28 Oktober 2019
 
Jakarta, eMaritim.com - Tahun 2019, Kementerian Perhubungan telah melakukan pengembangan pada sisi darat  Pelabuhan Kaimana, Papua. Yaitu pengembangan gedung kantor dan terminal penumpang. Pengembangan Pelabuhan Kaimana sudah mulai pada Tahun Anggaran 2010 sampai 2019 dengan total anggaran kurang lebih Rp248 Miliar.

Pengembangan Kaimana, Papua ini diharapkan dapat bermanfaat dalam merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi, perdagangan, dan industri di wilayah sekitar.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi minta operator Pelabuhan Kaimana, Papua bersinergi dengan Pemda.  "Saya minta untuk optimalkan fasilitas yang ada, karena kunjungan kapal masih bisa dilayani dengan kapasitas eksisting," ujar  Menhub Budi di sela-sela kunjungan kerja bersama Presiden Jokowi ke sejumlah Provinsi Papua dan Papua Barat, Minggu malam (27/10/2019).

Dalam peninjauannya, Menhub Budi disambut oleh Direktur Kepelabuhanan, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kaimana, serta perwakilan dari PT Pelni. Menhub juga Budi memberikan arahan bagi pejabat terkait untuk terus mengoptimalkan pelayanan dan fasilitas yang sudah berjalan.

Kolaborasi Pemda dan Pengusaha


Menhub Budi juga meminta agar UPP Kaimana secara aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten dan pengusaha setempat untuk mempromosikan pelabuhan.

Hal ini, menurut Menhub Budi, dilakukan agar dapat meningkatkan pelayanan dan kinerja Pelabuhan Kaimana. "Selain itu saya minta kepada Kepala UPP untuk lakukan kerjasama, kolaborasi dengan Pemkab Kaimana, Papua," jelas Menhub Budi.

Selanjutnya menjalin kerja sama dengan pengusaha setempat untuk mempromosikan pelabuhan ini sehingga dapat meningkatkan kinerja pelabuhan dan pendapatan PNBP.

Pelabuhan Kaimana memiliki dermaga eksisting dengan panjang 123 x 8 meter dapat menampung kapal dengan kapasitas standar sampai dengan 14.000DWT dan kedalaman -8 mLWS. Pada saat ini terdapat 3 Trayek Angkutan Perintis dan 1 Trayek Angkutan Tol Laut yang menyinggahi Pelabuhan Kaimana.

Kapal barang serta kapal peti kemas yang berlabuh di Pelabuhan Kaimana paling banyak berasal dari Fak Fak, dengan tujuan pelabuhan di Tual dan Pomako.