Tahun Depan Trayek dan Anggaran Subsidi Tol Laut akan Tambah

Iklan Semua Halaman

Tahun Depan Trayek dan Anggaran Subsidi Tol Laut akan Tambah

Minggu, 03 November 2019
 
Jakarta, eMaritim.com - Berlanjutnya kepemimpinan Presiden Jokowi masih menjadi pegangan pemerintahan pada program tol laut, bahkan di tahun depan anggaran tersebut naik dan akan ada penambahan trayek dari tahun sebelumnya.

Menurut data yang ada saat ini trayek tol laut nasional sebanyak 20 rute, dan apabila ditahun depan ada penambahan 6 trayek maka tol laut akan menjadi 26 trayek, hal ini juga diperkuat juga dengan peambahan anggaran subsidi tol laut di tahun depan menjadi 436 miliar dari 224 miliar
 
“Tambahan 6 trayek tersebut, rencananya akan dilelang pada pertengahan bulan November tahun 2019 ini,” kata Capt. Wisnu Handoko kepada para wartawan, di Kantor Kemenhub, Jumat (1/11) siang.

Sejalan dengan hal tersebut, subsidi Tol Laut di tahun 2020 meningkat jadi Rp 436 miliar. “Sejak diluncurkan, program ini memang selalu mendapatkan subsidi. Pada 2016, subsidi Tol Laut hanya Rp 218,9 miliar, kemudian tahun berikutnya naik menjadi Rp 355 miliar. Lalu, di 2018, subsidi Tol Laut menjadi Rp 447,6 miliar. Namun pada 2019, subsidinya dipangkas menjadi Rp 224 miliar, tahun depan naik lagi,” kata Wisnu.

Data terbaru Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, rute tol laut saat ini tercatat 20 trayek. Dari jumlah itu, 7 trayek dioperasikan oleh perusahaan BUMN, yaitu 5 trayek oleh PT Pelni Persero dan 2 lainnya oleh PT ASDP Indonesia Fery, sisanya oleh swasta.

 “Untuk trayek yang akan dioperasikan oleh swasta, akan kami lelangkan secara tidak mengikat pada pertengahan November 2019 ini,” ungkapnya lagi.

Diharapkan awal tahun depan trayek baru sudah bisa langsung dioperasikan. Sejumlah trayek yang akan dilelang seperti Boven Digul, Yahukimo dan Mamberamo. Sebenarnya, tol laut juga sudah masuk ke wilayah Papua, namun kedepan ada tambahan untuk memasuki ke beberapa wilayah disana.

Selain itu, Wisnu menyebutkan ada satu tambahan trayek, yaitu jalur Jawa Selatan. Dia menyebut, akan ada rute dari Cilacap menuju Bali.

“Cilacap itu kan ada pelabuhan yang baru, sekarang kita masuk ke situ. Nanti dari Cilacap ke Bali, kemudian ke Pacitan,” jelas Capt. Wisnu menjawab pertanyaan wartawan.

Selama ini, pelayaran swasta yang menjadi operator tol laut, antara lain Temas Line, Mentari, dan Pelangi Tunggal Eka.

Mentari Lines menjadi operator untuk empat trayek yaitu trayek H-2 dengan rute Tanjung Perak-Wanci-Namlea-Namrole-Tanjung Perak, lalu trayek H-3 yakni Tanjung Perak-Tenau-Saumlaki-Dobo-Tanjung Perak, juga trayek T-9 dari Tanjung Perak-Oransbari-Waren-Teba-Ambon-Tanjung Perak serta trayek T-12 untuk rute Saumlaki-Larat-Teba-Moa-Kisar-Kalabahi-Saumlaki. Namun ditengah jalan, ada rute yang ditangani pelayaran ini, terpaksa digantikan operator lain.

Sementara Temas Line akan menjadi operator untuk trayek T-11 yakni Tanjung Perak-Fakfak-Kaimana-Timika-Agats-Boven Digoel-Tanjung Perak.

Sedangkan PT. Pelangi Tunggal Ika akan menjadi operator trayek Tenau-Rote-Sabu-Lamakera-Tenau (T-13) dan Tenau-Lewoleba-Tabilota-Larantuka-Marapokot-Tenau (T-14).
Data yang diperoleh Ocean Week dari Perhubungan Laut untuk trayek tol laut 2020, antara lain Cilacap-Banyuwangi-Pacitan-Banyuwangi-Celukan Bawang-Banyuwangi-Pacitan-Cilacap, menggunakan kapal generap kargo, dengan pola subsidi muatan. (***)