Ditjen Hubla : Bisnis di Pelabuhan Perlu Sinergi Bersama

Iklan Semua Halaman

Ditjen Hubla : Bisnis di Pelabuhan Perlu Sinergi Bersama

Monday, December 23, 2019


 
Jakarta, eMaritim.com - Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajak para stakeholder dan pihak-pihak terkait untuk bersinergi dan mendukung seluruh proses bisnis di pelabuhan agar lebih kompetitif  dan berdaya saing. Pelabuhan merupakan tempat keluar masuk barang-barang logistik nasional, di mana sekitar 80 persen keluar-masuk barang terjadi di pelabuhan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo saat menghadiri Customer dan Media Gathering PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) di Makassar, kemarin.

Menurut Dirjen Agus, dalam pelaksanaannya memang masih ada kendala, salah satunya yakni proses rantai di pelabuhan yang masih panjang.

“Saat saya monitoring ke Jayapura, saya lihat mulai dari kapal sandar, kemudian barang turun di terminal sampai dipindah kontainernya, memang menurut saya yang perlu diperbaiki adalah biaya yang dikeluarkan,” ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus meyakini bahwa Pemerintah akan selalu mensupport terwujudnya low logistic cost di Indonesia sehingga diperlukan dukungan dari semua pihak dan yang terpenting harus kompetitif.
Lebih lanjut Ia menegaskan, pentingnya berkompetisi dengan pihak lain karena hal tersebut tidak bisa dihindari dan sekarang semuanya harus serba terbuka, termasuk terhadap dukungan dari swasta.

“Kami di Pemerintah memang membutuhkan dukungan swasta. Kalau swasta mau dipersilahkan untuk berinvestasi di bidang pelabuhan. Dari Pelindo juga silahkan, mari kita saling berkompetisi dengan sehat,” kata Dirjen Agus.  

Pihaknya berharap, Pelindo IV dapat bekerja cepat karena kecepatan itu adalah cost sehingga dapat tercipta logistik cost yang kompetitif. 

Hal lain yang harus diprioritaskan adalah TKBM di Indonesia Timur agar lebih kompetitif. Bagitu pun dengan peningkatan terminal penumpang serta ke depan kunjungan kapal cruise juga harus ditingkatkan, misalnya kedatangan cruise di Benoa yang bisa mengangkut lima ribu hingga enam ribu orang. 

“Jadi kita harus tahu jaringan internasional supaya tahu kapal itu sandar dimana saja atau berapa lama labuhnya di Indonesia. Makanya perlu terminal yang bagus dan infrastruktur yang bagus supaya pelayanan bisa lebih baik,” terang Dirjen Agus. 

Di era digitilasisasi saat ini, dukungan Teknologi Informasi (Information Technology- IT) juga tidak bisa dihindari sehingga pemanfaatan IT menjadi sangat penting. 

“Jika ada pegawai yang tidak produktif maka IT akan menggantikan posisinya. Jadi kalau sudah memakai IT, banyak perusahaan di pelabuhan yang harus beradaptasi agar sama-sama dan bergandengan tangan menjadikan pelabuhan kita menjadi kompetitif,” pungkas Dirjen Agus.