Ini Kondisi Kru KM Lambelu Yang Dikarantina 2 Mil Dari Pelabuhan Makassar -->

Iklan Semua Halaman

Ini Kondisi Kru KM Lambelu Yang Dikarantina 2 Mil Dari Pelabuhan Makassar

Saturday, April 18, 2020
Jakarta, eMaritim.com - KM Lambelu milik  PT PELNI kini sedang menjalankan karantina dan portstay di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan dengan jarak 2 mil dari darat.  Sebanyak 109 kru kapal KM Lambelu milik  yang terdiri dari anak buah kapal (ABK) dan mitra Kapal PELNI telah menjalani pemeriksaan laboratorium swab tenggorokan yang dilaksanakan pada hari Selasa (14/4/2020).

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro di Jakarta, Sabtu (18/4/2020) menyampaikan berdasarkan hasil yang diterima, sebanyak 66 kru kapal telah terindikasi terpapar Covid-19 tanpa gejala sedangkan 43 kru kapal lainnya dinyatakan negatif Covid-19.

Adapun kondisi kesehatan seluruh kru kapal dalam keadaan baik.  "Hingga kini, seluruh petugas kapal baik itu ABK maupun mitra yang bekerja pada Kapal PELNI masih menjalani isolasi mandiri di atas kapal dengan pengawasan dari manajemen, KKP, serta otoritas pelabuhan setempat. Perkembangan kesehatan kami pantau setiap hari untuk benar-benar memastikan kondisinya," terang Yahya.

Sebelumnya (13/4/2020) telah diinformasikan bahwa berdasarkan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 42 kru kapal, sebanyak 26 orang telah terindikasi terpapar Covid-19 tanpa gejala. "Total 92 kru kapal seluruhnya teridentifikasi tanpa gejala (OTG). Kami terus memantau agar seluruh kru dapat menjalani pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna meningkatkan imunitas tubuh selama melakukan isolasi di atas kapal," tambahnya.

Seluruh kru kapal yang menjalani isolasi di atas kapal, selain mengatur pola istirahatnya juga melakukan berbagai aktifitas harian seperti biasa. "Tidak ada perlakuan khusus, para kru kapal tetap melakukan aktifitas beribadah seperti biasa, bersosialisasi satu sama lain dengan tetap menerapkan physical distancing, melakukan kegiatan olahraga, berjemur di pagi hari selama 10-15 menit," ungkap Yahya.

KM Lambelu merupakan salah satu kapal milik PT PELNI (Persero) dengan tipe 2000 dan memiliki rute Makassar - ParePare - Balikpapan - Tarakan - Nunukan - Pantoloan - Balikpapan - ParePare - Makassar - Bau-bau - Maumere - Bau-bau - Makassar - ParePare - Balikpapan - Pantoloan - Tarakan - Nunukan - Balikpapan - ParePare - Makassar.

Perusahaan secara aktif melakukan peningkatan pengawasan terhadap kesehatan seluruh petugas kapal. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, seluruh petugas kapal telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan seluruh SOP Kesehatan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penanganan COVID-19. Manajemen juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan APD serta membekali multivitamin sebagai upaya dalam meningkatkan imunitas para ABK.

"Sebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa transportasi publik, seluruh petugas kapal memiliki resiko yang tinggi karena setiap hari bertemu dan melakukan interaksi dengan banyak orang. Kami juga telah memberikan himbauan dan menginstruksikan kepada seluruh petugas kapal terkait pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh selama masa pandemi covid-19," tambahnya.

Sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, sejalan dengan kebijakan pemerintah, mulai 12 April 2020 PELNI mewajibkan seluruh penumpangnya untuk menggunakan masker selama berada diatas kapal. Selain itu, PELNI secara konsisten menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal.

Perusahaan juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala, serta menerapkan physical distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh 1 - 2 meter baik itu pada nomor bed maupun saat mengantri makan.

Begitu pula dengan hand sanitizer yang telah disediakan pada setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, pemberian masker bagi penumpang yang sakit ditengah perjalanan, serta memberikan himbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut perihal Optimalisasi Operasi Kapal PSO Penumpang dan Perintis di Masa Karantina Wilayah Akibat Covid-19, Manajemen juga telah mengambil keputusan untuk menjual tiket maksimal 50% dari kapasitas seat terpasang untuk masing-masing kapal dan efektif sejak 4 April 2020. Hal tersebut dilakukan agar physical distancing bagi penumpang dapat terlaksana selama perjalanan.

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas. Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas.