Penerapan PM 25/2020, Dirjen Hubla : Logistik Harus Tetap Berjalan Normal -->

Iklan Semua Halaman

Penerapan PM 25/2020, Dirjen Hubla : Logistik Harus Tetap Berjalan Normal

Tuesday, April 28, 2020
Cirebon, eMaritim.com - Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H Purnomo dengan didampingi oleh Direktur Kenavigasian yang juga menjadi Pelaksana Harian Sekretaris Direktorat Jenderal Laut, Hengki Angkasawan pada hari, Senin (27/4) melakukan pemantauan langsung ke beberapa pelabuhan di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) yakni  Pelabuhan Batang, Pelabuhan Tegal, Pelabuhan Cirebon dan Pelabuhan Patimban.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Agus selain mengingatkan kembali pentingnya pelayanan keselamatan pelayaran di tegah-tengah pandemi wabah Corona (Covid-19) juga menekankan pentingnya menjaga pasokan logistik lewat jalur laut agar tetap berjalan normal.

“Meskipun kita dalam kondisi yang cukup sulit karena pandemi wabah Corona tetapi kita harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan tetap memprioritaskan keselamatan pelayaran serta menjaga terjaminnya kelancaran pasokan logistik di seluruh wilayah tanah air,” kata Agus.

Dirjen Agus juga mengingatkan pentingnya jajaran Petugas di lapangan agar mensosialisasikan dan melaksanakan sepenuhnya larangan mudik pada Lebaran tahun 1441 H / 2020 guna mencegah serta memutus mata rantai penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atau virus Corona.

Menurutnya, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020 telah mengatur larangan penggunaan sarana transportasi laut untuk kegiatan mudik pada masa angkutan lebaran tahun 2020 yang berlaku untuk semua kapal penumpang mulai tanggal 24 April 2020 sampai dengan 31 Mei 2020.

”Larangan pengoperasian kapal penumpang tersebut diberlakukan bagi kapal yang melayani penumpang untuk pelayaran mudik dalam satu wilayah propinsi/kabupaten/kecamatan dimana Pemerintah Daerah menerapkan PSBB, dan atau pelayaran antar propinsi/ kabupaten/kecamatan dimana salah satu Pemerintah Daerah Pelabuhan asal/singgah/ tujuan menerapkan PSBB," kata Agus.

Agus meminta agar jajarannya untuk mensosialisasikan dan menyampaikan penerapan PM 25/2020 tersebut kepada masyarakat dengan cara-cara yang persuasif dan menjaga agar suasana di lapangan tetap kondusif.

"Sampaikan penjelasan terkait larangan mudik di Lebaran 2020 yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, dengan cara persuasif, mengedepankan pendekatan kekeluargaan agar kondisi di lapangan tetap terjaga dan kondusif. Saya yakin masyarakat juga memahami kondisi saat ini dan mau bekerjasama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19," ujar Dirjen Agus.

Sementara terkait dengan kegiatan operasional pelabuhan Dirjen Agus berpesan agar pelabuhan tetap beroperasi seperti bisa dengan tetap menerapkan SOP Pencegahan penyebaran Covid-19.

Seperti di Pelabuhan Batang, Dirjen Hubla  berpesan agar tetap menindaklanjuti penerbitan Pas Kecil bagi kapal tradisional di wilayah kerja Pelabuhan Batang dan meminta berkoordinasi dengan dinas terkait serta memaksimalkan potensi SDM UPP Batang yg berkompeten untuk memproses Penerbitan Pas kecil dengan cara jemput bola dan mendirikan gerai pelayanan di wilayah kerja yg dituju.

“Selain itu saya berpesan agar setiap pelabuhan tetap memberikan pelayanan terbaik khususnya bagi kapal-kapal yang mengangkut bahan pokok dan logistik lainnya, sehingga pasokan logistik melalui transportasi laut tetap terjamin dengan baik dan lancar,” kata Agus.

Selanjutnya pada kunjungan kerja di Pelabuhan Tegal dan Pelabuhan Cirebon selain berkesempatan mengunjungi Posko Terpadu Pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang didirikan oleh masing-masing KSOP dan unsur maritim di pelabuhan, Dirjen Hubla juga mengunjung Gedung VTS Cirebon yang belum lama diresmikan pengoperasiannya.

Pada kesempatan ini Dirjen Hubla berpesan seluruh karyawan dan karyawati Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dapat mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran pandemi wabah covid-19 dengan tetap menjaga kondisi badan untuk tetap fit, menjaga lingkungan kerja tetap bersih dan menggunakan perlengkapan APD saat melaksanakan tugas, selalu menggunakan masker dimanapun berada .

Sementara menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Cirebon, WIsmantono mengatakan bahwa guna mendukung pencegahan penyebaran pandemi corona atau covid-19 di Pelabuhan pihaknya telah melakukan berbagai langkah-langkah antara lain menutup pintu masuk pelabuhan dari 3 menjadi 1 pintu utk memudahkan pengawasan,  mengecek suhu tubuh tiap orang yg masuk pelabuhan, mewajibkan seluruh orang yg masuk pelabuhan menggunakan masker, menyusun SOP  pencegahan dan penaggulangan penyebaran covid-19 serta melakukan penyemprotan disinfektan secara periodik 2 minggu sekali di wilayah pelabuhan dan sekitar pelabuhan.