Ditjen Hubla Pulangkan 20.042 Eks ABK Kapal Pesiar -->

Iklan Semua Halaman

Ditjen Hubla Pulangkan 20.042 Eks ABK Kapal Pesiar

Saturday, May 30, 2020
Pemerintah Fasilitasi Pemulangan 20.042 Eks ABK Kapal Pesiar
Jakarta, eMaritim.com - Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala), Ditjen Hubla Capt. Wisnu Handoko mengatakan, Pemerintah telah memfasilitasi  pemulangan eks anak buah kapal (ABK) dengan  total 20.042 orang. Termasuk 818 orang tiba di dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (29/5/2020) kemarin.

"Para  ABK itu tersebar di 154 kapal pesiar di dunia dan pemulangannya ke Indonesia akan terus difasilitasi oleh Pemerintah," kata Capt Wisnu di Jakarta.

Seperti diketahui, dua kapal pesiar asing yaitu sebanyak 418 orang ABK Kapal Pesiar MV Nieuw Amsterdam dari Cape Town - Afrika Selatan dan 400 orang ABK Kapal Pesiar MV Carnival Splendor, dari Brisbane – Australian tiba dan menurunkan eks ABK  kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Setelah  sampai di dermaga pelabuhan, para ABK  tidak dilakukan rapid tes covid-19 di  karena mereka telah di karantina di atas kapal. Para Petugas di Pelabuhan hanya melakukan pengecekan barang bawaan menggunakan X Ray dan langsung diantar ke hotel yang sudah di siapkan oleh tim Gugus Tugas Covid-19, di Jakarta," ujar Capt. Wisnu.

Capt. Wisnu juga menjelaskan setelah ABK tiba di hotel akan dilakukan tes kesehatan, termasuk swab test oleh Tim Kesehatan dari Kementerian Kesehatan sesuai protokol kesehatan covid-19.

"Nantinya dari hasil tes kepada 818 ABK dimaksud, apabila hasil testnya adalah positif maka akan langsung di bawa ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Jika hasilnya adalah negatif akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di hotel untuk selanjutnya baru akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing," kata Capt. Wisnu.

Satgas  Bersama Covid-19

Saat ini, Pemerintah telah membentuk Organisasi Tugas Satgas Bersama Repatriasi ABK/PMI Kapal Pesiar yang terdiri dari instansi dan Kementerian terkait, antara lain pihak Principal/ Agen, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemenko Marvest, Kementerian Keuangan, TNI dan POLRI, serta Pemerintah Daerah terkait.

Menurut Capt Wisnu, Pemerintah telah menunjuk tiga pelabuhan untuk memfasiltasi pemulangan para ABK Kapal Asing yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Batam dan Pelabuhan Benoa, Bali.

“Untuk Pelabuhan Tanjung Priok pada awal bulan Juni nanti juga akan kedatangan beberapa kapal pesiar asing yang akan membawa ABK dari negara tetangga, diantaranya antara Kapal Pesiar MV. Westerdan, MV. Volendam, MV. Eurodam dan MV. Carnival Conquest,” tutup Capt. WIsnu.