Anggaran Tol Laut 2020 Tak Dipotong dan Tetap Menjangkau Pelabuhan di Indonesia

Iklan Semua Halaman

Anggaran Tol Laut 2020 Tak Dipotong dan Tetap Menjangkau Pelabuhan di Indonesia

Sunday, June 7, 2020
 Anggaran Tol Laut 2020 Tak Dipotong Dan Menjangkau 100 Pelabuhan di Indonesia
Jakarta, eMaritim.com - Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub Dr.Capt Wisnu Handoko menegaskan, program tol laut tahun 2020 tetap berjalan sesuai rencana (on the track).  Pemerintah tidak melakukan pemotongan anggaran tol laut agar program unggulan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin berjalan lancar.

"Anggaran Tol Laut  tahun 2020 sebesar Rp439.837 miliar dan tidak ada penghematan / pemotongan," kata Capt Wisnu  di Jakarta,

Dikatakan, tol laut adalah program Pemerintah dan dibiayai dari APBN cq. DIPA Kemenhub RI. Namun dalam praktiknya di lapangan, progra tol laut melibatkan lintas kementerian/ lembaga terkait bahkan Pemda serta pelaku usaha lokal.

Kalau mau jujur, kata Capt. Wisnu, Kemenhub itu hanya menyediakan kapal yangg mengangkut komoditas tol laut. Sementara, komoditas yang diangkut mulai bahan kembutuhan pokok/ sembako, dan kebutuhan penting lainnya di daerah 3TP (terpencil, terluar, terdepan dan perbatasan NKRI harus melibatkan instansu lain.

"Mereka itu antara lain Kementerian/ lembaga terkait, BUMN, dunia usaha dan lainnya. Kemenhub cq. Ditjen Hubla terus mengoptimalkan kerja sama dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, BUMN dan lainnya," jelas Capt. Wisnu.

Mantan Direktur PIP Semarang itu mengakui,  memang masih banyak yang harus disempurnakan dalam pelaksanaan tol laut di masa mendatang. Tapi, bukan berarti Pemerintah cq. Kemenhub berhenti berusaha. "Pengiriman bahan kebutuhan pokok dan barang-barang penting masyarakat ke daerah 3TP khususnya di kawasan timur Indonesia (KTI) dan daerah perbatasan lainnya berjalan lancar," sebut dia.

"Kontribusi tol laut untuk ikut menjaga pasokan kebutuhan pokok sehingga harga tetap terkendali di daerah cukup signifikan. Selama ini, warga di daerah 3TP sangat merasakan dampak dari beroperasinya kapal-kapal tol laut ini," aku Capt. Wisnu.

Pelaut asal Cepu Jawa Tengah ini menyebutkan, sejak tiga tahun terkahir menjabat Dirlala dan mengurusi tol laut cukup banyak program yang sudah dijalankan. Dari semula hanya 6 kapal dan kini menjadi 26 kapal tol laut. Dan mereka kini sudah menyinggahi 100 pelabuhan khususnya di daerah 3TP, seperti KTI khususnya Maluku dan Papua, Kepulauan Natuna, Sangihe Talaud, Kepulauan Nias dan lainnya," papar Capt. Wisnu.

Volume Barang Tol Laut


Dalam Ditjen Hubla menyebutkan, volume selama tahun 2020 sampai 30 Mei tercatat total muatan berangkat kapal tol laut mencapai 4.436 Teu's. Dan volume angkutan baliknya mencapai 1.128 Teu's.

"Muatan berangkat kapal-kapal tol laut meliputi sembailan bahan kebutuhan pokok (sembako), kemudian bahan bangunan seperti semen, paralon, besi dan lainnya terutama untuk mendukung pembangunan proyek infrastuktur di daerah," terang Capt. Wisnu.

Sementara, untuk arus balik komoditas yang diangkut dengan kapal laut antara lain, hasil pertanian, kehutanan, kelautan dan lainnya. Mereka itu antara lain, kopra, kopi, dan produk rempah-rempah lainya,  ikan laut serta produk kerajinan asal daerah termasuk yangg berorientasi ekspor.

"Yang menjadi tugas kita bersama ke depan, bagaimana bisa menggenjot produk lokal dan dikirim ke pasar termasuk tujuan ekspor dengan memanfaatkan kapal tol laut ini. Saat ini, masih banyak space kapal dari daerah yang belum terisi karena ada daerah tertentu yang belum memanfaatkan secara optimal," tegas Capt. Wisnu.