PT ASDP Indonesia Ferry Bentuk Task Force Guna Hadapi The New Normal Penyeberangan

Iklan Semua Halaman

PT ASDP Indonesia Ferry Bentuk Task Force Guna Hadapi The New Normal Penyeberangan

Wednesday, June 3, 2020
ASDP Bentuk Task Force Guna  Hadapi The New Normal Penyeberangan
Jakarta, eMaritim.com - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, dalam rangka mendukung arahan Kementerian BUMN terkait antisipasi skenario _The New Normal_ di lingkungan BUMN, ASDP telah membentuk _task force_ kesiapsiagaan antisipasi dan penanganan dampak penularan _Covid-19_.  Dan seluruh cabang AADP  di  Indonesia dengan tetap mengikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing daerah.

_Task force_ ini berperan aktif dalam penyusunan protokol di ASDP yang memerhatikan berbagai unsur menyeluruh baik pada aspek sumber daya manusia, cara kerja operasional perusahaan baik proses maupun teknologi, serta dampaknya bagi pelanggan, mitra, dan _stakeholder_ lainnya, serta memastikan keberlangsungan bisnis.

Dalam konsep _The New Normal_ ASDP ini, kami targetkan layanan penyeberangan dapat berjalan normal, lancar, aman dan nyaman yang didukung kesadaran penuh seluruh _stakeholder_, utamanya pengguna jasa dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan _Covid-19_.

"Ada 3 hal utama dalam protokol yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi, yakni wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, rajin cuci tangan dengan sabun atau _hand sanitizer_, dan pastikan untuk _physical distancing_ minimal 1,5 m - 2 meter," ujar Ira.

Ia mengungkapkan, ASDP mempersiapkan dengan sebaik-baiknya skenario _The New Normal_ ini karena hingga saat ini vaksin anti _Covid-19_ belum ditemukan sehingga risiko penularan masih tinggi. Sementara, kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat adalah hal keniscayaan sehingga kesiapan ASDP sangat penting dalam mencapai target masyarakat aman dari _Covid-19_, namun tetap produktif.

Sejak awal pandemi Covid-19, yang menjadi fokus utama adalah kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat dan karyawan (people first), untuk itu ASDP terus menerapkan protokol preventif di seluruh pelabuhan dan kapal-kapal kami mulai dari desinfektan lingkungan, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan _physical distancing_ saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, serta mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal. Bahkan, untuk pemuatan penumpang dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas kapal.

Menyambut The New Normal yang rencananya akan dilakukan bertahap ini, ASDP telah mempersiapkan protokol interaksi yang melibatkan karyawan, pelanggan, pemasok, mitra usaha dan _stakeholder_ lain yang meliputi Protokol Pencegahan dan Penanganan Persebaran _Covid-19_, Protokol Penanganan Kesehatan di Masa Pandemi _Covid 19_, Protokol Operasional Pelabuhan, Protokol Disiplin Penggunaan APD, masker, sarung tangan dan lainnya, Protokol Penyesuaian Waktu/ jam Kerja kantor, serta Protokol Rumah Tangga.

Adapun kebijakan yang diberlakukan dalam mendukung protokol interaksi tersebut mulai dari penerapan _Online Ticketing System_ (Ferizy), Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat dan Protokol Kesehatan (physical distancing di kantor, kapal dan pelabuhan).

Sejak awal pandemi, ASDP telah menerapkan _Work From Home_ (WFH), rapat _virtual_ dengan _video conference_, desinfeksi/ sterilisasi area kerja dan kapal secara berkala, virtual learning (Elsa), Posko Angkutan Lebaran Pemantauan Online, absensi _online_ bagi seluruh karyawan, dan program ASDP menyapa.

"Untuk program _Ferizy_ ini sebenarnya sudah kita ciptakan setahun lalu, jauh sebelum _Covid-19_ melanda Indonesia. Dengan kondisi saat ini, penjualan tiket secara _online_ menjadi keniscayaan, masyarakat semakin mudah, cepat, dan tentunya lebih aman dan nyaman karena _physical distancing_ terpenuhi maksimal dimana kontak dengan petugas loket semakin minim," tegas dia.