Pandemi Covid-19, Samudera Indonesia Berhati-hati Eksekusi Rencana Investasi

Iklan Semua Halaman

Pandemi Covid-19, Samudera Indonesia Berhati-hati Eksekusi Rencana Investasi

Thursday, July 2, 2020
eMaritim.com - PT Samudera IndonesiaTbk (SMDR) sudah menganggarkan belanja modal pada 2020 mencapai 112,4 juta dolar AS. Di pandemi ini perusahaan tersebut harus lebih cermat dalam rencana bisnisya.

Direktur Utama SMDR Bani Maulana Mulia Bani mengatakan akan berhati-berhati menggunakan nggaran belanja modal yang ditetapkan tersebut agar tetap produktif. Meskipun begitu, Bani menegaskan bukan berarti Samudera Indonesia menghentikan rencana investasinya. 

"Dengan kondisi andanya Covid-19 maka sebenarjya kami mengambil kebijakan untuk menunda eksekusi rencana investasi di tahun 2020 dengan melihat situasi," kata dalam konferensi video, Selasa (30/6). 

"Dari total belanja modal itu sudah rereksekusi 10 persen hingga saat ini. Kita tetap jalankan beberapa rencana investasi yang memiliki kepastian tinggi," jelas Bani. 

Pendapatan Samudera Indonesia Meningkat di Tengah Pandemi

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)  SMDR, Selasa (30/6/2020) juga melaporkan,  hingga  Mei 2020, perseroan mencatat pendapatan  211,7 juta dolar AS  atau meningkat 19 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil penerapan strategi komposisi armada perseroan.

Pada 2019 lalu, SMDR melakukan penjualan beberapa unit kapal yang memiliki produktivitas rendah dan melakukan peremajaan armada kapal baru.

Tahun 2020, proses peremajaan kapal terus berjalan baik meskipun dalam situasi pandemi. Tercatat satuunit kapal sudah diterima dan dioperasikan di Kuartal I. Pada Kuartal II, dua  unit  kapal juga sudah berhasil diluncurkan di Jepang dan satu kapal lagi direncanakan akan diluncurkan di Semester II.

Sebagai perusahaan pelayaran, logistik dan transportasi, Samudera Indonesia mengklaim,  siap  bekerja tangguh dalam berbagai kondisi yang menantang.

Kompetensi kerja secara digital dan mobile senantiasa ditingkatkan untuk tetap bekerja dengan produktif dan efektif diikuti dengan peningkatan Standard Operational Procedure (SOP) dan protokol kesehatan.

RUPS itu juga   yang mengangkat Bani Maulana Mulia sebagai Direktur Utama dan Tara Hidayat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.

Sedangkan, Masli Mulia yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama bergabung ke dalam jajaran Dewan Komisaris.

RUPS juga memutuskan pembagian dividen dengan Rp 8 per saham atau total sebesar Rp 26, 2 miliar.