Pelni Prediksi Jumlah Penumpang Kapal Naik Sampai Akhir Tahun 2020 -->

Iklan Semua Halaman

Pelni Prediksi Jumlah Penumpang Kapal Naik Sampai Akhir Tahun 2020

Wednesday, August 19, 2020
eMaritim.com - Kepala Kesekretariatan Perusahan PT Pelni Yahya Kuncoro menyebutkan,  jumlah penumpang kapal laut khususnya Pelni perlahan mulai naik.  Pada Januari-Maret 2020 masih lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2019.

Kemudian anjlok pada kuartal II tahun 2020, mulai April-Mei 2020.  Saat itu  diberlakukan PSBB, pergerakan orang dibatasi,  bahkan dilarang mudik Lebaran  juga pada liburan sekolah.  "Namun mulai Juni naik menjadi 18.000 orang,  dan Juli kembali naik menjadi 61.000 orang," kata Yahya pada Media  Briefing di Jakarta,  Rabu  (19/8/2020).

Trend arus penumpang kapal laut,  lanjut dia,  diharapkan terus naik. Dan puncaknya adalah pada November-Desember 2020 mendatang.  Saat itu,  diharapkan arus penumpang  akan terus naik sejalan dengan  makin baiknya kegiatan ekonomi serta penanganan pandemi covid-19.

"Pada akhir tahun 2020, proyeksi kami jumlah penumpang kapal bisa mencapai 134. 000 orang.  Saat itulah kami bisa mengoperasikan seluruh kapal panumpang Pelni terutana 26 kapal besar serta kapal perintis dan  kapal tol laut yang dioperasikan Pelni," papar Yahya.

Penerapan Protokol Kesehatan

Kendati begitu,  menurut Yahya, pihaknya tetap komit pada aturan dan menerapkan protokol kesehatan secara optimal. Pihak Pelni  mengikuti ketentuan  Pemerintah terkait dengan kewajiban Rapid Test sesuai SE No.12/2020.

“Semua penumpang kapal harus Rapid Test kecuali pada angkutan perintis bila di wilayahnya tidak ada fasilitas tersebut namun digantikan dengan menyertakan Keterangan Sehat dari Puskesmas,” terang Yahya.

Terkait biaya Rapid Test, dikatakan Yahya ada di angka maksimal Rp150 ribu per orang sesuai ketentuan yang berlaku. Pelni juga masih menunggu ada  pelonggaran lagi,   sehingga penumpang tak lagi harus melakukan rapid test.

Hal itu dikarenakan prediksi Pelni jumlah penumpang akan semakin banyak. "Bila tidak ada rapid test diperkirakan jumlah penumpang  semakin meningkat, ditambah lagi bila dibuka  pelabuhan dan destinasi wisata,” papar Yahya lagi.

Protokol kesehatan senantiasa ditegakkan mulai dari awak kapal, penumpang dan selama berada di kapal. Penumpang juga wajib mengenakan masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer atau  dengan sabun, serta menjaga jarak satu sama lain. “Penumpang di atas kapal Pelni juga dibatasi pergerakannya, seperti tak berpindah dek dan berkerumun,” imbuh Yahya.

Kapal-kapal juga dilakukan penyemprotan disinfektan setiap beberapa jam sekali selama pelayaran. Langkah itu demi mencegah penyebaran Covid-19.

Awak kapal Pelni juga demikian, seluruh protokol kesehatan dijalankan, menggunajan APD  terutama pada awak kapal yang pernah terpapar Covid-19 belum lama ini.