The First Love Never Dies, Kapal Pertama Setiap Pelaut. -->

Iklan Semua Halaman

The First Love Never Dies, Kapal Pertama Setiap Pelaut.

Friday, November 27, 2020

Mijn eerste schip! My first ship! mi primer barco! το πρώτο μου πλοίο!



Kapal pertama saya!..yes, kapal pertama selalu diingat oleh semua pelaut. Bagaimana gagahnya para pelaut saat pertama kali menginjakkan kaki diatas dek kapal? Rasa bangga yang sulit dibayangkan.

eMaritim secara khusus mewawancarai para pelaut serta mengajak mereka mengingat kejadian saat pertama kali bekerja sebagai pelaut.

eMaritim;
Selamat Pagi, masih ingatkan apa nama kapal bapak-bapak saat pertama kali menjadi perwira?

WP Lumintang ;
Waduh...saya perlu waktu utk mengingat tahun 1964 sampai 1969. Ok, kapal pertama saya M.V. Gunung Kerinci milik Djakarta Lloyd, saya bekerja sebagai Mualim 3, dengan Nakhoda Capt. Willy Supit.

Alexander T;
Saya berlayar pertama dikapal MS Rambutan 1963 sampai 1966. Kapal milik PT Pelayaran Maluku, tanah kelahiran saya.

Syahwin Hamid;
Kapal pertama saya sebagai Perwira di 1 November 1967, adalah SS Djayadwitya milik PN. Djakarta Lloyd yang di charter oleh PT Trikora Lloyd. Saya bekerja sebagai Mualim 4.

Subagio Utomo ;
My first ship after graduated in 1972 was MV Haji Agus Salim, owned and operated by Djakarta Lloyd, a beautiful ship with sexy shape.

eMaritim.com;
Trip nya kemana saja waktu itu?

WP Lumintang;
Muat karet di Belawan untuk tujuan Shanghai dan Tienshin, lalu kapal kembali ke Tg. Priok utk upacara pembukaan line baru ke RRT. Waktu di Priok, Capt Willy Supit diganti oleh Capt. Istopo. Sehabis upacara kapal langsung berangkat, dan pagi hari besoknya melalui radio kita ketahui ada kup di Jakarta, G30S PKI. Kantor pusat DL perintahkan berlayar.

Alexander T;
Ambon ke Maluku utara dan Maluku Tenggara, senang rasanya bisa ikut membangun tanah kelahiran.

Syahwin Hamid;
Kapal saya service Indonesia-Jepang. SS Djayadwitya adalah kapal milik ke 2 DL yang waktu itu di charter oleh Trikora Lloyd. DWT dan LOA saya nggak punya catatannya mungkin Capt. ZAH bisa dapat datanya.

Subagio Utomo;
Kapal saya liner Indonesia ports ke East Coast America, Gulf Of Mexico. Kapal Ocean Going kita sebutnya saat itu. Pulang dari Amerika kapal biasa transit di Jeddah saat pulang lewat Suez kanal. Tapi pernah juga Suez kanal ditutup karena perang Arab melawan Israel saat itu, sehingga kapal harus lewat Cape Of Good Hope, Afrika Selatan.

eMaritim.com;
Berapa gajinya saat itu?

WP Lumintang;
Wadaw..gak ingat, tapi masih bisa nabung untuk beli dagangan Jacket di Hongkong dan barang² elektonik di Akiabara, Tokio.

Alexander T;  -

Syahwin Hamid; -

Subagio Utomo;
USD 120/month dan Rupiahnya nya saya lupa. Gaji cukup untuk saat itu dan bukan rahasia umum, biasa beli dagangan untuk dijual di Indonesia...

eMaritim;
Apa muatan kapal nya saat itu?

WP Lumintang: 
Muatannya sebagian kayu atau papan, yg terbanyak slabsmoke sheet (karet) dari Belawan. Diatas kapal kita bawa penumpang, 3 orang wartawan line perdana ke RRT.

Alexander T;
Kalau tidak salah dari Ambon bawa General Cargo, sebaliknya dari Maluku Utara dan Maluku Tenggara bawa Kopra ke Ambon. Kapal saya ukuran 1500 DWT dengan 20 crew kalau tidak salah.

Syahwin Hamid;
Muatannya general cargo, kadang kami juga membawa muatan bulk atau kayu log.

Subagio Utomo:
Muatan dari Indonesia ke Amerika adalah Kopi, Palletized Rubber, Loose rubber, Sawn Timber dan Tembakau. Dari Amerika ke Jeddah bawa Flour/tepung terigu, mobil Cadillac. Dan Amerika ke Indonesia bawa general cargo yang jumlahnya sedikit, termasuk didalamnya kurma. Pelabuhan muat di Indonesia Tg.Perak, Bandar Lampung, Palembang, Pangkal Balam, Belawan dan Port Klang, Penang, serta Phuket.
Disch port nya New York, Philadelphia, Norfolk, Tampa, Lake Charles, New Orleans, Baton Rough, Houston, Galveston dan Jeddah.

Bagaimana dengan anda? Masih ingat apa nama kapal pertama dan peristiwa saat pertama menjadi pelaut?

Responden;
Capt. WP Lumintang, Manado 26 September 1937.
Ch. Eng Alexander T, Luwuk 10 Januari 1939.
Capt. Syahwin Hamid, Bonjol 5 November 1943.
Capt. Subagio Utomo, Semarang 31 Oktober 1948.